Showing posts with label Astronomi. Show all posts
Showing posts with label Astronomi. Show all posts

Friday, January 6, 2017

Kolonisasi Titan di Masa Depan


Gagasan kolonisasi dari Titan, bulan planet Saturnus mungkin terdengar gila. Temperatur di permukaannya sampai dengan 300 derajat dibawah nol Farenheit, langitnya mengeluarkan hujan metanol dan etanol yang mengalir ke laut hidrocarbon. Tetapi, Titan mungkin adalah satu-satunya tempat yang paling mungkin untuk membangun pemukiman manusia secara permanen dan dapat dihidupi.

Kami mencapai pada kesimpulan seperti ini setelah melihat planet-planet dalam cara baru secara ekologinya. Kami menganggap bahwa habitat manusia butuh dan memerlukan kondisi seperti itu di daerah tetangga sekitar bumi. Skenario kolonisasi kami, melalui penelitian dari sains, teknologi, politik dan kebudayaan, memperlihatkan eskperimen pemikiran untuk siapapun yang ingin berpikir mengenai spesies kita ini di masa depan.

Kami berharap jika disana sifat alami manusia tetap sama. Manusia di masa depan akan memiliki dorongan hasrat dan kebutuhan yang sama dengan kita. Secara praktek, rumah mereka harus memeliki energi yang cukup, temperatur yang dapat dihuni dan perlindungan dari luar angkasa seperti radiasi kosmik, dimana dari riset terbaru telah menyarankan bahwa hal itu sangat berbeahaya untuk mahkluk biologis seperti kita.

Sampai sekarang, kebanyakan peneliti melihat ke bulan kita ataupun Mars sebagai langkah untuk pemukiman baru bagi manusia. Tempat-tempat tersebut memiliki keuntungan dalam jarak tetapi mungkin sangat tidak realistis untuk dijalani. Planet lain yang dekat dengan kita tetapi sangat kurang dalam pemenuham karakteristik yang telah disepati adalah Merkurius dan Venus.

Merkurius sangat terlalu dekat dengan matahari, dengan temperature yang sangat tinggi dan kondisi fisik yang sangat tidak mungkin untuk kehidupan. Atmosfer Venus beracun, tekanannya sangat besar dan sangat panas, karena efek dari seperti rumah kaca Sangat mungkin untuk hidup dengan balon udara di daerah teratas atmosfer venus, tetapi kami tidak daapt melihat apakah habitat tersebut dapat seterusnya hidup.

Tetapi meskipun bulan dan Mars mungkin adalah tujuan yang sangat beralasan, mereka juga memiliki masalah. Dua-duanya tidak dilindungi oleh magnetosfer atau atmosfer. Sinar kosmik galaksi, partikel hasil dari ledakan energi dari supernova, membombardir permukaan bulan dan Mars, dan orang-orang tidak mungkin dapat hidup lama dibawah kondisi serangan sinar kosmik galaksi tersebut. Potensi paling fatal adalah kanker, meskipun belum ada bukti yang memperlihatkan. Tetapi riset dari dua tahun yang lalu menambahkan bencana lain yang sangat potensial muncul :kerusakan otak. Sinar kosmik galaksi terdapat partikel seperti nukleus dari besi yang bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya yang dapat merusak jaringan otak.

Memapar seekor tikus dengan radiasi ini dalam kondisi yang mirip di luar angkas memperlihatkan kerusakan otak dan hilangnya kemampuan kognitif, menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan tahun lalu oleh Vipan K. Parihar dan rekannya di Sciences Advances. Penelitian tersebut menyarankan bahwa kita tidak siap untuk mengirimkan astronot ke Mars walaupun hanya sebuah kunjungan dan apalagi sampai hidup disana.

Di bumi, kita terlindungi dari sinar kosmik galaksi oleh air yang berada di atmosfer. Tetapi itu membutuhkan dua meter blok air untuk menghilangkan setengah sinar kosmik galaksi yang ada di luar angkasa. Jika pemukiman di Bulan maupun Mars akan dibangun seharusnya dibangun di bawah tanah untuk melindungi dari radiasi sinar kosmik tadi

Pemukiman bawah tanah sangat sulit dibangun dan tidak fleksibel sekaligus sangat sulit untuk di luaskan. Pemukim akan perlu melakukan tambahan penggalian untuk ruang suplai makanan mereka, pembangunan infrastruktur dan kehidupan sehari-hari. Kami bertanya mengapa mereka sangat ingin hidup dalam permasalahan seperti itu. Kita dapat hidup dibawah tanah bumi. Apa keuntungan dari hidup di bawah tanah mars ?.

Untuk perlidungan dari radiasi, Titan memiliki atmosfer yang berkomposisi dengan nitrogen yang 50 persen lebih tebal daripada bumi. Magnetosfer dari Saturnus juga menyediakan perlindungan. Di permukan, jumlah hidrokarbon yang banyak dalam keadaan padat maupun cair siap digunakan sebagai energi. Meskipu atmosfernya kurang oksigen, es dari air dapat ditemukan dibawah permukaan yang bisa digunakan untuk menyediakan oksigen untuk brnapas dan untuk membantu pembakaran hidrokarbon sebagai bahan bakar.

Sangat dingin di Titan, sekitar -180 C, tetapi terimakasih terhadap atmosfernya yang tebal, pemukima tidak memerlukan pakaian yang menambah tekanan seperti yang dipakai para astronot. Cukup dengan baju hangat dan masker untuk oksigen. Rumah dapat dibuat dari plastik yang dapat di ambil di permukaan, dan dapat dibuat dengan bentuk kubah untuk mengisolasi panas. Konstruksi itu akan membuat ruang yang luas.

Titanian (orang yang tinggal di Titan, jika boleh disebut) tidak akan menghabiskan waktunya di dalam ruangan terus menerus. Rekreasi yang ada di Titan sangat unik. Sebagai contoh, kamu dapat terbang. Gravitasinya sangat rendah, tetapi karena tebalnya atmosfer kamu dapat menanmbahkan sayap dan terbang.

Bagaimana cara kesana?, untuk sekarang sepertinya tidak mungkin. Untuk ke mars juga masih belum mungkin karena adanya radiasi sinar kosmik itu tadi. Tetapi jika teknologi semakin berkembang mengenai bagaimana cara menjaga kesehata astronot diluar angkasa, kita mungkin akan dapat hidup di Titan.


Dari : https://blogs.scientificamerican.com/guest-blog/lets-colonize-titan/

Monday, December 26, 2016

Bagaimana Kita Bisa Tahu Bahwa Big Bang Benar Terjadi


Di teori ini, alam semesta secara kasar meledak dalam satu waktu di masa lalu. Momen dari ledakan inilah yang disebut Big Bang. Di dalam konsep yang sama akan dijelaskan konsep lebih sederhana. Jika kamu pergi ke masa lalu sekitar 20,000,000,000 tahun yang lalu atau 20 miliar tahun yang lalu kamu akan berada di titik dimana galaksi atau apapaun yang ada di alam semesta sekarang ini berada di satu tempat. Para astronom setuju jika model ini adalah yang paling masuk akal dan paling bisa untuk menjelaskan apa yang terlihat di teleskop. Sejak saat itu alam semesta telah berkembang dan meluas. Jadi alam semesta sekitar 14 miliar tahun yang lalu. Menurut eskpansi dari cahaya yang membutuhkan waktu lama sampai ke kita, menjadi 20 miliar tahun.
Miskonsepsi
Big Bang bukanlah seperti ledakan bom. Jika kamu mengambil semua hal yang telah terpisah sebelum bom meledak maka kamu membangun sebuah bom awal. Tetapi alam semesta adalah bom jika bisa dikatakan. Tidak ada apapun di luar tepian alam semesta jika terdapat ledakan alam semesta tersebut. Meskipun alam semesta tidak mempunyai tepi, kamu tidak bisa menanyakan apa yang ada diluar alam semesta itu ataupun kearah mana alam semesta melebar. Ini adalah satu dari pertanyaan-pertanyaan yang dapat kamu jawab jika kamu tidak memikirkannya kecuali kamu melakukan pendekatan dengan spiritual.
Big bang tidak membuktikan keberadaan Tuhan
Teori ini adalah sebuah teori sains dan tidak ada usaha dalam teori ini untuk membuktikan keberadaan Tuhan. Pertanyaan spiritual itu adalah untuk para orang-orang religius yang mencarinya.
Bagaimana caraku untuk memahami ekspansi atau perluasan alam semesta ini seperti anak kecil?
Bayangkan dirimu sangat-sangat kecil dan dapat berdiri di balon. Contohlah balon itu adalah berwarna kuning. Di balon berwarna kuning ini ada titik merah. Sekarang duduklah di titik merah tersebut ketika orang lain sedang meniupkan udara ke dalam balon. Pertama-tama kamu dapat menyentuh titik-titik merah lain, tetapi selanjutnya kamu akan melihat bahwa titik-titik tersebut bergerak menjauhi mu. Semua orang yang berada di titik kamu berada akan merasakan perluasan tersebut. Jadi kamu tidak hanya bergerak kamu bergerak menjauh karena ruang diantara titik tersebut bertambah. Titik hitam ini adalah paa yang dapat kita hitung dengan menggunakan instrumen sensitif.
Lalu apakah kita berada di pusat alam semesta atau berada di pinggiran?.
Tidak, tidak ada pusat dalam balon ini. Dan juga berarti bertambahnya teka-teki, tidak ada tepian karena balon tersebut tidak meluas ke sebuah ruang, ekspansi itu atau perluasan itulah alam semesta sendiri. Tidak masalah dimana galaksi kamu berada, semua galaksi lain menjauhimu.
Bagaimana kita tahu bahwa ada sebuah ledakan?
Disamping hal-hal yang terlihat di teleskop seperti bahwa galaksi-galaksi bergerak menjauhi ada sesuatu yang oleh para astronom prediksi akan ditemukan jika teori tersebut benar. Jika terjadi sebuah Big Bang kata mereka, lalu pastinya ada sebuah gelombang micro cosmic yang akan ditemukan. Lalu dua orang dari Bell Telephone Laboratories bekerja di sebuah antenna tanduk gelombang micro baru untuk merelay panggilan telephon ke bumi kembali- satelit komunikasi yang sedang mengorbit menemukan sesutu. Ketika mereka menunjuk teleskop mereka ke daerah manapun mereka menmukan sebuah suara yang samar. Apa yang mereka tidak tahu bahwa mereka baru saja mendeteksi sebuah sidik jari, radiasi latar cosmic, sisa-sisa radiasi dari Big Bang. Radiasi ini disebut dengan nama 3-K cosmic microwave background.
Kesimpulan
Kebanyakan astronom menyetujui teori ini bahwa alam semesta pernah bersama-sama dalam satu titik padat di masa lalu. Lalu setelah sebuah ledakan yang keras mulai meluas. Lalu titik dari ledakan disebut sebagai Big Bang, ini tidak menjadikannya ledakan yang kita ketahui seperti ledakan biasanya. Tidak ada ledakan di dalam kegelapan ruang, tetapi penciptaan ruanglah yang terjadi. Ledakan memulai pembuatan dari bintang dan galaksi seperti yang kita lihat sekarang ini. Peluasan ini akan berlanjut sampai miliar-miliaran tahun lagi dan kemudian mulai mengerucut atau disebut big crunch.  Bagaimanapun juga apakah Big Bang adalah ciptaan dari sang Creator atau tidak itu adalah opini anda sendiri, tetapi keajaiban dari Big Bang adalah yang sekaran kita lihat dan anda sendiri yang dapat anda sadari.

Tetapi tidak mengecualikan di jaman besok, di waktu-waktu yang berlanjut ada rahasia-rahasia lain lagi yang dapat terungkap karena jawaban juga belumlah ditemukan, jawaban yang hakiki.

Friday, September 2, 2016

Candi Borobudur, Candi Pawon, dan Candi Mendut Terhubung Satu GarisLurus





Bisa dilihat itu adalah peta yang menampilkan Candi Borobudur, Candi Pawon, Candi Mendut dalam satu garis lurus. Kenapa bisa seperti itu?.

Candi Borobudur, Candi Pawon dan Candi Mendut memang dibangun dalam satu masa. Tetapi apakah penempatan-penempatan candi tersebut dalam satu garis lurus adalah kesengajaan?. Dalam ritual keagamaan agama Buddha ketiga candi tersebut berurutan, dimulai dari upacara di Candi Mendut berlanjut ke Candi Pawon dan terakhir puncaknya berada di Candi Borobudur. Jika dikaitkan dalam agama memang benar apabila candi-candi tersebut dalam satu garis lurus, tetapi bila diperhatikan garis tersebut miring adanya dan entah merujuk ke arah mana atau titik apa. Dalam agama Buddha, arah mata angin adalah sakral dan tiap penjuru tersebut ada yang menjaga, sementara garis lurus yang menghubungkan candi-candi tersebut tidak merepresentasikan arahi timur maupun barat karena tidak lurus. Tetapi ada kemungkinan juga mungkin timur dan barat adalah letak matahri terbit dan terbenam dan itu belum bisa saya buktikan mungkinkan ada kesejajaran antara garis itu dengan letak matahari.

Setelah saya cari, ada blog yang membahas tentang arkeoastronomi (bisa dibaca disini), menurut penulis blog tersebut, terdapat rasi bintang yang memang bentuknya sejajar mirip dengan kesejajaran candi-candi tersebut. Menilik juga bahwa kompas seperti yang diketahui sekarang belum masuk ke Jawa saat candi-candi tersebut dibangun apakah mungkin mereka menggunakan sistem astronomi untuk menentukan letak-letak candi-candi tersebut. Jika dipikir, menggunakan cara seperti itu lebih mudah untuk menentukan letak pembangunan daripada menggunakan patok-patok yang ditarik lurus padahal jarak antar candi sampai berkilo-kilo jauhnya.

Jika melihatnya sebagai bentuk ketidak sengajaan, itu adalah kesimpulan yang aneh, karena candi pawon mempunyai lubang angin sebagai bentuk candi yang menghubungkan antara dua candi yaitu candi Mendut dan candi Borobudur. Berarti kemungkinan besar memang benar candi-candi tersebut secara sengaja dibangun dalam satu garis lurus.

Terdapat syarat-syarat dalam membangun suatu candi. Seperti jenis tanah, kerembesan air dll, dan juga kemungkinan terdapat syarat-syarat supranatural atau metafisik nya juga dan ini bisa dihubungkan atau cocoklogi dengan garis-garis ley lines atau garis-garis yin dan yang. Yang saya paparkan disini masih bersifat luas dan tidak menimbulkan kesimpulan apapun tetapi hal yang sama juga belum ditemukan oleh para Arkeolog jadi mohon pembaca menyuarakan pendapatnya dna ikut melakukan riset-riset kecil dimulai dari diri sendiri sebagai penikmat misteri hehe.



Penjelasan Fermi Paradox, Ramai Tapi Terlihat Sepi



Menurut Drake Equation, seharusnya terdapat banyak sekali peradaban alien yang mempunyai tingkat kecerdasan luar biasa .Tetapi dimanakah mereka semua?. Seharusnya kita sudah bertemu mereka ataupun pesan-pesan yang kita kirimkan mendapat balasan.Karena itulah fisikawan Enrico Fermi membuat apa yang di sebut Fermi Paradoks.

Dari Drake Equation tadi bisa di umpamakan bahwa dalam setiap 1 butir pasir terdapat 100 miliar lebih planet dengan keadaan yang dapat menampung kehidupan dan bayangkan jika kalian berada di pantai, berapa milira-miliar kah jumlahnya,itu adalah perumpamaan untuk semua planet di alam semesta yang berkemungkinan mempunyai keadaan untuk menampung kehidupan. Ini masih spekulatif tetapi tetap saja itu kemungkinan yang sangat besar. Lalu dimanakah mereka semua sekarang?.



Baca Juga :




Sebelum pembahasan lebih lanjut, terdapat skala Kardashev yang mengkategorikan beberapa tipe yang mungkin di punyai oleh alien.


Peradapan Tipe I adalah peradaban yang mampu menggunakan semua energi dari planet mereka. Kita masih belum berada di tahap peradaban ini tetapi kita mendekati. Ada fisikawan membuat formula dan memperkirakan kita berada di tipe 0.7.


Peradaban Tipe II dapat menggunakan seluruh energi dari bintang induk mereka, mungkin kita bayangkan ini sangat sulit dan tidak masuk akal, tetapi bagi peradaban tipe ini sangat mungkin.


Peradaban Tipe III adalah tipe peradaban yang sudah sangat maju dimana mereka bisa mengakses energi dari keseluruhan galaksi. Jika level perkembangan peradaban ini sangat tidak masuk akal, bayangkan sebuah peradaban yang lebih tua sekitar 3,4 miliar tahun dari peradaban kita dan berhasil bertahan sampai sekarang.Mereka mungkin telah menguasai perjalanan antar bintang bahkan mengkolonisasi planet lain di galaksi.


Kemudian lanjut lagi, terdapat kemungkinan 1% peradaban di galaksi kita ini dan itu kemungkinan berjumlah 1000-an, dari jumlah mereka dan kemampuan mereka seharusnya kita dapat mengetahui keberadaannya ataupun mereka telah menunjukkan diri mereka sejak dulu. Jadi dimana mereka?.

Selamat datang di Fermi Paradoks, paradoks ini mengutarakan penjelasan terbaik. Kita bagi 2 pandangan  di pandangan yang pertama melihat bahwa tidak terdapat peradaban tipe I dan II, kemudian pandangan yang kedua melihat bahwa terdapat peradaban tipe II dan III dan kenapa kita tidak melihat dan dikunjungi oleh mereka.


Penjelasan I : Tidak ada tanda-tanda peradaban lebih tinggi karena tidak ada peradaban tersebut di kenyataan.


Lalu kenapa dari Drake Equation tadi dapat ditemukan peradaban yang lebih tua dari kita ?

Kemudian dibuat penjelasan lagi bahwa terdapat Penyaringan Besar atau bahasa inggrisnya The Great Filter. Teori ini memaparkan bahwa terdapat tembok yang menghalangi evolusi lebih lanjut sehingga evolusi berhenti sampai di situ saja,itulah The Great Filter

Lalu dimanakah posisi kitadi rangkaian evolusi yang terdapat penyaringan ini?.kemudian  terdapat 3 penjelasan berada di mana kita.

ini bagan the great filter.



Berikut 3 kemungkinan kita berada di posisi mana dalam proses tersebut.



1. Kita langka.





The Great Filter berada di belakang kita atau sudah kita lewati. Dan hanya sedikit yang berhasil melewatinya jadi kemungkinan juga sedikit juga peradaban lain di luar angkasa dapat mencapai peradaban dengan tingkat sama seperti kita dan sangat sedikit yang melebihi tingkat kita.Ada yang mengatakan bahwa tahap ini adalah disaat evolusi paling awal dan juga ada yang menganggap bahwa The Great Filter adalah lompatan dari prokariot ke sel eukariot yang lebih kompleks.


2. Kita yang pertama. Kita adalah yang pertama kali berada di tahap ini jadi kita menjadi peradaban paling mutakhir di alam semesta.



3.Penyaringan ini di depan kita atau belum kita lalui.Jadi kita bakal mengalami pemusnahan sebentar lagi. Menurut pendapat beberapa ahli bahwa kemungkinan ada kemungkinan bencana yang dapat menghentikan perkembangan kita. Mungkinkah itu adalah kiamat?



Baca Lainnya :





Penjelasan tentang bahwa terdapat Peradaban Tipe II dan III, dan juga kenapa kita tidak dapat menemui mereka.


1. Kemungkinan mereka telah ke bumi tetapi ketika kita belum disini atau ketika masih dalam masa purba dimana kita tidak mengetahui apa-apa dan kemungkinan juga mereka kemudian dianggap dewa karena kesuperioran mereka.

2. Galaksi mungkin telah di kolonisasi tetapi kita berada di tempat terpencil yang tidak menarik bagi mereka.

3. Konsep kolonisasi adalah konsep yang tidak beradab bagi peradaban yang sangat maju.

4.Terdapat peradaban prerdator di luar sana dan para peradaban majuyang mengetahui kita, tidak ingin tempat kita di ketahui sehingga di sembunyikan oleh mereka sampai waktunya mereka tahu kita sudah siap untuk melawan predator itu.

5.Terdapat peradaban super yang menhancurkan peradaban yang hampir menyamainya jadijika kita berkembang terus kita akan di hancurkan.Oleh dari itu aktivitas di galaksi kita tidak terlihat karena hanya ada satu peradaban dan yang lain dihancurkan.

6. Terdapat aktivitas di luar sana,tetapi teknologi kita terlalu primitf dan kita mencari-cari di tempat yang salah.

7. Kita mendapat pesan dari alien tetapi pihak pemerintah menyembunyikannya.

8.Peradaban yang lebih maju, tau akan keberadaan kita tetapi hanya mengamati kita( zoo Hypothesis)

9.Peradaban maju berada di sekitar kita, tetapi kita terlalu primitif untuk dianggap mereka. Ini seperti jika kita berada di hutan dan terdapat semut di pohon, anggap kita semut dan manusia adalah  alien.Apakah alien itu mempedulikan kita?.

10.Kita benar-benar salah tentang realitas kita.Mungkin kita hanyalah permainan komputer atau hologram atau simulasi yang di buat oleh alien.

Itu adalah pemaparan dari Fermi Paradoks, sebuah possible explanation, penjelasan yang paling menjelaskan dari pertanyaan kita. Tetapi karena kita masih haus akan kebenarannya tentunya jangan pernah lelah mencari hehe.

Jadi, Dimana semua orang?.



Friday, June 10, 2016

Daftar Meteor Yang Jatuh di Indonesia

Daftar Meteor Yang Jatuh di Indonesia Meteor yang jatuh di Indonesia.Pernahkah terpikir bahwa bencana tidak hanya datang dari bumi ini, bencana bisa turun dari luar angkasa. Mungkin kita tidak sadar dan menyadari bahwa bola batu yang jatuh ke bumi ini dapat menimbulkan dampak kerusakan yang sangat-sangat besar. Tetapi kebanyakan dari kita mungkin menampik kemungkinan itu dengan melihat sekeliling kita dan mengucapkan tidak mungkin sebuah meteor bakal menimpa dirinya karena seumur-umur belum pernah megalami atau melihat hal itu.

Dan disini akan saya tampilkan tempat-tempat di Indonesia yang telah kejatuhan meteorit, batu luar angkasa. Saya mendapatkannya dari situs cartodb dimana disana ada info tentang terjatuhnya meteorit di seluruh dunia beserta info-info lainnya Sedang disini saya hanya menampilkan yang berada di Indonesia saja, meskipun data tentang jatuhnya tersebut sebenarnya hanya terpusat di jawa saja dan satu di bali mungkin karena tidak adanya lembaga berwenang yang berkompeten untuk mengidentifikasi di daerah luar jawa karena lembaga tersebut hanya berada di jawa, sungguh tidak adil, tetapi itu hanya mungkin saja.


Di data yang berada di bawah ini disebutkan antara lain:
  1. tempat di temukannya meteor itu atau tempat jatuhnya yang berkatergori place,
  2. susunan batu meteor tersebut yang berkategori type_of_me,
  3. ditemukan nya seperti apa , jika tertulis found berarti di temukannya di situ walaupun jatuhnya mungkin tidak di daerah itu sehingga di jaga di tempat lain oleh penemunya, sedangkan jika tertulis fell berarti jatuhnya memang di situ dan langsung di data untuk di teliti.
  4. Tahun ketika jatuh ke bumi, sepertinya ada cara menghitungnya entah dengan penghitungan karbon atau bagaimana yang berkategori Year
  5. Informasi tentang batu itu lebih lanjut bisa di akses ke website seperti yang tercantum dengan ketegori Database
  6. Lalu ada dua coordinat dimana nanti bisa dimasukkan ke google maps atau google earth.
    untuk data wilayah yang kejatuhan meteor di indonesia bisa di download di sini.





    Baca Juga :
    Konsep atom telah ada sejak 2,500 tahun yang lalu
    Kolonisasi Titan Satelit Saturnus
    Fermi Paradoks

    Dan itu adalah peta persebaran nya, mungkin pembaca bisa mengecek apakah daerah anda pernah kejatuhan meteor dan mencoba mencari sumber-sumber lain lewat internet atau cerita-cerita di sekitar rumah. Karena ada salah satu tempat dimana dijatuhi meteor tadi tidak di temui bukti-bukti artikelnya lewat sumber internet, setelah saya cek lagi di tabel tersebut ternyata jatuhnya sudah terlampau lama sekali dan mungkin batunya sudah ada di luar negeri. Lalu bagaimana cara pembuat peta ini mengetahui lokasinya dan kapan. Untuk lokasinya mereka mendapatkannya dari data salah satu badan bagian yang mengurusi tentang ke meteoran lalu memasukkan koordinatnya ke peta dan tabel itu. Saya juga mendapatkannya dalam bentuk tabel, kemudian saya masukkan ke arcgis lalu tinggal menambahkan peta dasarnya saja.


    Saturday, April 16, 2016

    Mengapa Satelit Luar Angkasa Tidak Di Rotasikan Agar Mempunyai Gravitasi ?

    Kapal luar angkasa yang diputar hanyalah cara dari Hollywoood agar menjawab pertanyaan " Mengapa para aktor tidak melayang-layang padahal mereka di luar angkasa?"
    Terdapat beberapa alasan kenapa ISS tidak melakukan hal itu.

    Pertama, jika di kapal luar angkasa terdapat gravitasi, kamu akan butuh lantai yang dapat menahan  berat dari kru-kru dan barang-barang yang berada disitu. Kamu juga perlu gerobak untuk mendorong barang-barang. Bukan hanya itu saja, tetapi kamu memerlukan dinding dan atap tempat  semua benda-benda. Tanpa gravitasi, kamu bisa menempatkan segala benda ke seluruh permukan, dan tidak perlu memedulikan beratnya.
    Yang kedua, gaya yang di perlihatkan holywood dengan memutar kapal luar angkasanya bukan gaya gravitasi melainkan gaya sentrifugal, jadi mereka memiliki hukum yang berbeda. Semua yang berputar memerlukan poros. Dan semakin dekat kamu ke poros, semakin rendah gravitasi yang ada dan semakin ringan kamu. Gravitasi mempunyai medan-medan, gaya sentrifugal tidak. Jadi semua yang tidak bergerak akan nampak terbang menjauhi poros.

    Kapal berbentuk donat
    Baca Juga:


    Kolonisasi Titan Satelit Saturnus

    Pokoknya sebuah kapal luar angkasa harus seimbang secara sempurna dengan bentuk seperti donat dan hanya satu lorong yang berada di lingkaran paling luar apabila ingin menggunakan gaya sentrifurgal.  Kenapa donat?, karena dengan bentuk kapal luar angkasa yang sekarang ini maka gaya sentrifugal akan menjadi tidak berguna, karena jika semua orang berkumpul di satu tempat hal itu akan merusak keseimbangannya dan menambah beban.

    Itu adalah ide yang keren, tetapi memutar sebuah kapal luar angkasa dengan bentuk yang sekarang sangat berbahaya dan secara praktek sangat sulit. Mungkin itu bisa dilakukan dalam skala kota luar angkasa. Hal lucu lain adalah, jika pesawat donat tersebut cukup kecil, dan cukup seimbang, kamu tidak perlu bergerak sepanjang lorong untuk menuju bagian kapal lain.Cukup dengan terbang ke arah poros rotasi, sehingga bukan kamu yang bergerak tetapi kapal luar angkasa tersebut.

    Baca Juga :

    Fermi Paradoks

    Drake Equation

    Monday, March 21, 2016

    SETI, Institusi Pencari Alien

    Apa itu SETI?

    SETI adalah institusi non-profit yang mencanangkan sebagai institusi rumahan untuk riset dan proyek edukasi, berkaitan dengan pembelajaran tentang kehidupan di alam semesta. Institut itu melakukan penelitian di berbagai bidang, termasuk astronomi dan planet, evolusi, kimia, asal-muasal kehidupan, biologi dan evolusi kebudayaan.


    Institusi ini telah di sponsori oleh NASA Ames Research Center, NASA Headquarters, the National Science Foundation, the Department of Energy, the US Geological Survey, the Jet Propulsion Laboratory (JPL), the International Astronomical Union, Argonne National Laboratory, the Alfred P. Sloan Foundation, the David and Lucile Packard Foundation, the Paul G. Allen Foundation, the Moore Family Foundation, the Universities Space Research Association (USRA), the Pacific Science Center, the Foundation for Microbiology, Sun Microsystems, Hewlett Packard Company, other private industry, William and Rosemary Hewlett, Bernard M. Oliver dan donasi-donasi pribadi lainnya.


    Gambar Teleskop Radio

    Misi mereka sesuai dari yang saya kutip dari situs resminya adalah untuk mengekplorasi, memahami, dan menjelaskan asal-muasal kehidupan di alam semesta, dan untuk menggunakan pengetahuan yang telah di dapatkan untuk menginspirasi dan menjadi panutan generasi sekarang dan masa mendatang. Kami mempunyai passion penjelajahan, dan  juga untuk membagi pengetahuan sebagai duta dari sains ke publik, pers, dan ke pemerintah.



    Institut ini terdiri dari 3 center , Center for Education, the Carl Sagan Center untuk pembelajaran tentang kehidupan di alam semesta dan the Center untuk Public Outreach.Penelitian SETI beberapa ada yang berhubungan dengan Drake Equation, untuk yang belum tahu dapat dibaca disini drake equation rumus pencari alien.

    Menggunakan banyak parabola radio, mereka menggunakan persamaan Drake, karena persaman itu memang ditujukan untuk penelitian diluar angkasa dengan gelombang radio. Dari pencarian saya di internet, pada tahun 2011 SETI sempat mengalami kekurang biaya untuk penelitian tetapi jika memang dari situ resminya telah update dan menunjukkan bahwa mereka tidak kekurangan biaya saat ini.

    Baca Juga mengenai Meteor Yang Jatuh Di Indonesia

    Apa yang telah di hasilkan oleh SETI 


    Yang fenomenal adalah sinyal Wow!. Adalah sinyal radio terdeteksi secara kuat oleh Jerry R.Ehman tanggal 15,Agustus,1977, saat dia bekerja di proyek SETI bagain teleskop radio Big Ear di Universitas Negara bagian Ohio. Sinyal itu dianggap tanda dari kehidupan non-terrestrial dan buka dari tata surya kita. Sinyal itu bertahan sampai 72 detik, tetapi selanjutnya tidak terdeteksi lagi. Sinyal tersebut telah menjadi perhatian media selama beberapa saat.

    Kagum dengan sinyal tersebut, Ehman melingkari hasil rekaman sinyal di printout komputer dan menulis Wow! di sampingnya. Tulisan itu menjadi nama sinyal tersebut.

    Tetapi dari hasil tersebut belum juga ditemui tanda-tanda dari kehidupan lain di luar angkasa. Sehingga sampai sekarang Fermi Paradox masih digunakan sebagai teori yang dapat menjelaskan hal-hal berkaitan kenapa kita belum menemui ET. Untuk membaca tentang


    Fermi Paradox bisa dibaca disini Fermi paradoks, ramai tapi sepi





    Monday, March 7, 2016

    Drake Equation, Rumus Mencari Alien

    Pencarian akan kehidupan selain di bumi masih terus berlanjut, para peneliti tidak lelah-lelahnya mencari dan meniliti hal-hal yang belum pernah terbukti di temui ini.

    Pada tahun 1961 Frank Drake membuat pertemuan menyangkut tentang sinyal radio yang kemungkinan bisa mendeteksi makhluk di planet lain.Pertemuan tersebut dihadiri banyak peneliti, astronom, ahli radio, teknisi dan lain-lain yang ikut memerhati dunia ET(ExtraTersetial). Dalam pertemuan tersebut Drake melampirkan sebuah persamaan yang kemudian bakal melambungkan namanya.

    As I planned the meeting, I realized a few days ahead of time we needed an agenda. And so I wrote down all the things you needed to know to predict how hard it's going to be to detect extraterrestrial life. And looking at them it became pretty evident that if you multiplied all these together, you got a number, N, which is the number of detectable civilizations in our galaxy. This was aimed at the radio search, and not to search for primordial or primitive life forms. —Frank Drake.


    Dan telah saya rencanakan sebuah pertemuan, saya menyadari beberapa waktu besok kita membutuhkan agenda. Jadi saya menulis kebutuhan-kebutuhan yang kalian butuhkan untuk memprediksi bagaimana akan sulitnya untuk mendeteksi kehidupan extraterrestil. Dan melihat itu semua menjadi semakin membuktikan jika kalian mengalikan semua ini bersama, kalian punya angka, N, dimana angka tersebut diketahui sebagai jumlah peradaban di galaksi kita.Ini ditujukan untuk pencarian melalui radio, dan tidak untuk mencari bentuk kehidupan jenis primordial atau primitif.

     Baca juga Fermi Paradox yang membahas kelanjutan persamaan ini



    drake equation-persamaan drake
    Rumus Drake 




    • N =Jumlah peradaban di galaksi kita yang dimungkinkan komunikasi dapat saling terima

      R* =jumlah rata-rata tata bintang di galaksi kita.

      fp =pecahan dimana apabila bintang tersebut terdapat planetnya.

      ne =jumlah rata-rata planet yang memungkinkan menampung kehidupan di setiap tatabintang yang terdapat planet

      fl = pecahan dari planet yang mempunyai kehidupan dan telah berkembang.

      fi = pecahan dari planet yang terdapat kehidupan dan berkembang hingga mencapai peradaban.

      fc = pecahan dari peradaban yang mengirimkan tanda bahwa terdapat eksistensinya.

      L = panjang waktu dimana sinyal yang terdeteksi dikirimkan ke luar angkasa.


    4 parameter terakhir f_{ell}, f_i, f_c,   L  belum di ketahui dan sangat sulit untuk di prediksi. Tetapi drake equation ini sangat berguna dalam pencarian lebih lanjut melalui radio dan sekarang modifikasi-modifikasi persamaan lain muncul yang mengikuti bentuk persamaan drake tadi. Sehingga pencarian spesies lain di planet lain lebih terarah oleh drake.

     Baca mengenai SETI, Institusi pencari alien

    Baca juga mengenai meteor yang pernah jatuh di Indonesia