Showing posts with label Dna. Show all posts
Showing posts with label Dna. Show all posts

Wednesday, January 11, 2017

Ciri-Ciri Fisik Dan Budaya Homo Sapien

Seperti artikel saya yang sebelumnya, kali ini mengenai manusia purba akan saya bahas ciri-ciri fisik dari Homo Sapien, spesies kita sekarang ini, saya akan paparkan ciri-ciri dari mereka sehingga apabila nanti anda akan menemukan fossil  yang telah ditemukan, andadapat membandingkannya dengan ini. Atau malah anda dapat menemukan fossil homo sapien tersebut di suatu tempat.


Ciri Fisik Homo Sapien


Tengkorak Homo Sapien memiliki bentuk yang berbeda dari manusia-manusia yang muncul sebelumnya. Badan mereka berbentuk sangat bervarietas tergantung dari adaptasi daerah dan lingkungan sekitar mereka.

Ukuran tubuh dan badan

  • ·         Homo Sapien paling awal ditemukan memiliki badan yang pendek, leher yang memanjang dan lengan yang panjang. Proporsi tubuh seperti ini karena adaptasi dari bertahan hidup di daerah yang beriklim tropis karena membutuhkan lebih banyak permukaan kulit yang ada agar dapat mendinginkan tubuh. Lemak berlebih muncul karena perkembangan populasi yang pergi ke daerah yang dingin sebagai adaptasi tubuh agar dapat menjaga panas.
  • ·         Manusia modern sekarang ini memiliki tinggi rata-rata sekitar 160 cm untuk perempuan dan 175 cm untuk laki-laki.
  • ·          

Otak

  • ·         Homo sapien yang hidup sekarang memiliki kapasitas volume otak sekitar 1350 kubik centimeter sekitar 2.2 persen dari berat keseluruhan tubuh. Homo sapien awal-awal memiliki otak lebih besar sekitar 1500 kubik centimeter.


Tengkorak

  • ·         Homo sapien modern memiliki tengkorak dengan bagian bawah pendek dan tinggi diatas. Tidak seperti spesies homo yang lain, tengkorak mereka lebar di bagian atas.
  • ·         Bagian belakang tengkorak bulat yang memperlihatkan berkurangnya otot di leher.
  • ·         Wajah kemungkinan kecil dengan hidung yang lebih mancung.
  • ·         Kelopak mata lebih ke kotak daripada bulat
  • ·         rahang pendek yang membuat wajah terlihat vertikal
  • ·         biasanya tidak ada ruang antara gigi dengan tulang rahang

 Bacaan Terkait :

Gaya Hidup

 Budaya dan Teknologi


Homo sapien awal memperlihatkan budaya yang sederhana, meskipun sudah tergolong maju daripada spesies sebelumnya. Bukti yang langka untuk kebiasaan menyimbolkan muncul di banyak situs di Afrika sekitar 100,000 tahun yang lalu, tetapi ekspresi yang artistik ini terlihat seperti krativitas yang muncul langsung redup daripada kreativitas yang berterus-terusan. Tidak sampai hingga 40,000 tahun yang lalu muncul kebudayaan dengan gaya yang lebih tinggi dan innovatif. Menunjukkan sikap yang semakin seperti manusia modern.
Banyak peneliti percaya bahwa ledakan dari materi artistik ini dalam rekaman jejak Arkeologi muncul saat 40,000 tahun yang lalu karena perubahan akan kesadaran manusia mungkin manusia mengembangkan kemampuan lebih dalam berpikir dan berkomunikasi secara simbolik atau malah mengingat lebih baik. Salah satu teori mengatakan bahwa jumlah dari populasi membantu membentuk dalam pembelajaran sosial telah mengembangkan kebudayaan yang lebih kompleks daripada inovasi yang dihasilkan oleh individu. Populasi yang lebih besar sering kali menimbulkan kebudayaan yang semakin berkembang daripada grup yang terisolasi.

Peralatan


Homo sapien juga membuat alat dari batu seperti flake, serpihan dan mata tombak yang sangat mirip bentuknya dengan yang dibuat oleh para Neanderthal. Alat-alat yang seperti ini muncul sekitar 200,000 tahun yang lalu yang membuat di pandangan bahwa Homo Sapien muncul pertama kali saat itu. Setiap waktu selalu lebih berkembang bukan alatnya tetapi bentuk dan gaya-gayanya yang semakin lebih dapat digunakan dalam kemampuannya.

Api


Telah terbukti kemampuan mereka akan pembuatan api dan pengolahannya dengan ditemukannya keramik sederhana dan gerabah serta tatakan yang seperti kompor.

Pakaian dan barang-barang pribadi


Pakaian dengan kulit binatang mungkin telah di gunakan di daerah yang dingin, meskipun bukti nyata yang telah ditemukan baru ada setelah 30,000 tahun yang lalu. Bukti dari 30,000 tahun yang lalu ini telah menggunakan alat-alat seperti jarum, kancing dan tali, dibuat dari kulit binatang seperti rubah dan serigala.
Fiber yang dibuat dari serat tumbuhan ditemukan di sebuah gua di Georgia dengan bertanggal sekitar 36,000 tahun yang lalu. Serat itu sepertinya digunakan untuk membuat kerangjang dan jaring ataupun tikar. Itu adalah contoh paling tua yang pernah ditemukan.
Termasuk juga barang-barang lain yang dibuat dari gading, amber, kulit kerang, tulang dan gigi.  Salah satu bukti digunakannya barang-barang mentah itu adalah kuda yang terpahat di gading gajah di daerah Vogelherd Jerman, bertanggal 32,000 tahun yang lalu. Temuan-temuan diatas memperlihatkan bahwa selain bertahan hidup manusia saat itu telah mencoba memperhatikan penampilan mereka.
Baca Artikel Lainnya :

Seni


Lukisan gua muncul ketika 40,000 tahun yang lalu di daerah Eropa maupun Asutralia. Kebanyakan mengambarkan hewan atau malah makhluk spiritual, tetapi tanda-tanda kecil yang ada di Prancis memperlihatkan kemungkinan bahwa itu adalah sebuah kode, yang mungkin adalah bahasa yang menunjukkan identitas dan saling komunikasi antar generasi.
Bukti adanya instrumen musik muncul ketika 32,000 tahun yang lalu di Eropa. Tulang dari jaman Paleolitik dan peluti dari berbagai daerah di Prancis bertanggal sekitar 30,000 tahun yang lalu sampai 10,000 tahun yang lalu.
Figur-figur juga mulai bermunculan seperti Figur Venus yang pernah saya tulis berasal dari sekitar 30,000 tahun yang lalu di Eropa dan menyebar ke seluruh wilayah sekitar Eropa. Sebuah kepala wanita dari gading juga ditemukan di Dolni Vestonice, Republik Ceko bertanggal 26,000 tahun yang lalu.

Pemukiman


Homo sapien awal tinggal di gua atau di bawah batu besar jika ada. Tempat berlindung yang alami akan mereka tambahi modifikasi. Di ruang terbuka mereka membuat konstruksi tempat berlindung dengan bahan rajutan kayu dan tulang dari binatang besar yang kemungkinan ditutupi dengan kulit binatang juga.

Pemakaman


Pemakaman telah ada sejak 40,000 tahun yang lalu lalu mulai menjadi semakin berkembang dengan ditemukannya benda-benda perhiasan di dalam salah atu makam yang menunjukkan kelas sosial. Tetapi salah satu pemakaman tertua berada di Jebel Qafzeh di Israel yang bertanggal 90,000 tahun yang lalu, makam tersebut terdapat seorang wanita muda dengan anak kecil di kakinya. Dan tambah 21 tengkorak ditemukan di gua yang sama.
Sumber

Jenis Manusia Purba di Eropa Dan Pembabakan Masanya


homo neanderthal

Kehidupan prasejarah di Eropa meliputi sampai dengan satu juta tahun tahap pendudukan oleh manusia, dimulai dari daerah Dmanisi di Republik Georgia sekarang. Dibawah ini akan dipampangkan daftar manusia purba di eropa berdasarkan temuan fossil sampai saat ini. Pembagian manusia purba di eropa dibawah berdasarkan pada jaman teknologi batu yang dibawa.

Paleolitik bawah (1,000,0000-200,000 SM)

Penghuni pertama di Eropa yang berhasil di identifikasikan adalah Homo Erectus atau Homo ergaste di Dmanisi, bertanggal 1 sampai 1.8 juta tahun yang lalu. Pakefield, di laut utara daerah Inggirs, bertanggal 800,000 tahun yang lalu, lalu diikuti dengan Isenia La Pineta di Italia, 730,000 tahun yang lalu kemudian Mauer di Jerman bertanggal 600,000 tahun yang lalu.

Situs yang menjadi daerah dari nenek moyang Homo Neanderthal berada di Steinheim, Bilzingsleben, Petralona dan Swanscombe, antara 400,000 sampai 200,000. Pemakaian api pertama kali di identifikasi di Eropa saat jaman ini.

Paleolitik Tengah (200,000-40,000 SM)

Dari Homo Sapien Archaic atau yang menjadi nenek moyang Homo Neanderthal ( disini dalam artikel saya yang lainyang membahas mengenai asal-usul manusia menyebutkan bahwa Homo Archaic tidakberevolusi menjadi Homo Sapien, tetapi karena teori tersebut juga masih banyakdi tentang seperti teori-teori lainnya maka saya menyebutkan seperti itu denganada catatan). Dan kemudian selama 160,000 tahun Homo Neanderthal menguasai Eropa. Neanderthal berburu dan memakan daging, membangun perapian, membuat alat batu, dan masih mungkin juga menguburkan para orang yang telah meninggal, diantara spesies lainnya merekalah yang menunjukkan sifat paling manusia modern.

Bacaan Terkait:


Paleolitik Atas (40,000-13,000 SM)


Homo Sapien yang secara anatomis adalah telah menjadi manusia modern masuk ke Eropa selama jaman paleolitik atas ini dari Afrika lewat timur dekar atau turki sekarang, Homo Neanderthal telah berbagi wilayah dengan Homo Sapien yang modern ini selama 25,000 tahun. Tetapi tidak ada bukti fisik yang menunjukkan hubungan fisik ini.

Tulang dan alat baru, lukisan gua, figur, dan bahasa berkembang selama masa Paleolitik Atas ini (meskipun beberapa peneliti mengatakan bahwa bahasa sudah terbentuk dengan bagus ketika Paleolitik Tengah)

Azilian (13,000-10,000 SM)


Masa akhir Paleolitik Atas telah membawa perubahan drastis dari iklim, menghangatkan kebanyakan wilayah eropa selama beberapa waktu dan membuat perubahan bentuk kehidupan di Eropa. Orang-orang Azilian harus menghadapi perubahan lingkungan baru ini, termasuk terbentuknya hutan baru dimana sebelumnya adalah savana. Gleiser yang mencair dan naiknya permukaan air laut menambah selat-selat yang ada, dan sumber makanan utama yang berasal dari mamalia berbadan besar telah menghilang. Populasi manusia di Eropa jatuh dengan dan manusia-manusia berusaha untuk bertahan dan membutuhkan strategi baru untuk bisa hidup.

Mesolitik (10,000-6,000 SM)

Naiknya panas dan permukaan air laut di Eropa membuat banyak orang membuat alat batu baru untuk menangani tanaman baru dan memproses binatang seperti yang dibutuhkan. Perburuan besar-besaran dilakukan dengan fokus terhadap hewan dengan jenis seperti rusa dan babi liar, sementara perburuan yang lebih kecil melibatkan jaring untuk menjebak kelinci, hewan di air, ikan dan lainlain. Lalu, mata panah telah dibuat, dengan bentuk seperti daun yang berujung dan penambangan batu mulai muncul pertama kali, dengan pencarian bahan-bahan mentah yang dilakukan membuat timbulnya perdagangan jarak jauh. Batu-batu kecil, tekstil, jaring, wadah, kail, dan jaring adalah bagian dari kebudayaan saat Mesolitik di Eropa, juga termasuk kanos dan ski. Pemakaman pertama di temukan dengan ratusan mayat di dalamnya telah ditemukan dan menjadi bukti adanya kelas-kelas sosial telah muncul.


Thursday, November 17, 2016

Teori-Teori Asal-usul manusia

Perdebatan darimana dan kapan manusia modern pertama kali muncul selalu menjadi tujuan utama para ahi-ahli terkait dan semua manusia. Setelah kemunculan penhitungan mutasi molekul terhadap mTDNA yang juga telah saya tulis di artikel lain (bisa dibaca jejak hawa di dalam dna). Di dalam paper yang membahas cara kerja Mtdna tersebut dikatakan sebuah hipotesis dimana manusia modern pertama muncul pertama kali di Afrika di sekitar 200,000 tahun yang lalu. Berdasarkan perhitungan paruh waktu mutasi terhadap sampel mitokondrial para responden di bermacam-macam bangsa. Pengukuran tersebut mengukur dengan menggunakan mitokondrial yang berada di dalam sel, dimana mitokondrial diturunkan dari seorang ibu jadi jejaknya dapat dilacak kebelakang dengan mengunnakan pengukuran rasio permutasiaanya. Dan merujuk kepada bahwa manusia modern yang ada sekarang ini kesemuanya berasal dari sekelompok manusia yang berada di Afrika dan yang mewariskan mitokondrialnya yang kita miliki sekarang ini berasal dari seorang wanita. Oleh karena itu disebut juga sebagai mitokondrial DNA.

Untuk sebuah pembukaan mungkin paragraf diatas dirasa cukup, selanjutnya menelisik kembali ke awal mula yang membuat pondasi ilmiah asal usul manusia. Dimana Charles Darwin dalam bukunya The Decent of Man mengemukakan bahwa manusia pertama kemungkinan berasal dari Afrika, Kenapa para ahli dapat berkata seperti itu?, dan selanjutnya akan dibahas juga mengenai teori out of africa dan juga teori multi regional.

Teori Multiregional

Kemunculan manusia modern dalam teori ini, dikatakan berevolusi secara terpisah di setiap daerah setelah menyebarnya homo erectus ke seluruh dunia, homo erectus ini kemudian berevolusi menjadi homo tipe archaic dan kemudian menjadi homo sapien. Tetapi tetap saja meskipun berevolusi secara terpisah, fossil homo sapien tertua berada di Afrika.
Setelah masuknya ranah biologi molekular dalam ranah pencarian asal usul manusia melalu penghitungan rasio mutasi atau perubahan di dalam sebuah sel, dan dengan analisis dna dan gen. Telah didapati sebuah permasalahan dengan teori multiregional yang ada telah didapati kejanggalan dimana sebelum-sebelumnya telah di anggap banyak khalayak jika kemunculan manusia modern atau homo sapien muncul di banyak tempat di seluruh dunia, homo erectus yang telah menyebar ke seluruh pojokan dunia kemudian berevolusi. Dari penelitian gen sampel manusia berbagai ras ditemui bahwa meskipun secara anatomis kita terlihat sangat berbeda satu sama lain tetapi di dalam dna kita sangat mirip atau bisa dikatakan sangat berhubungan. Jika terjadi evolusi secara terpisah dari homo erectus seperti yang tadi dikatakan maka seharusnya terjadi keberagaman yang amat antar manusia berbeda bangsa ini teteapi yang terjadi seperti yang dikatakan malah sangat mirip satu sama lain.

Teori Out of Afrika

Di teori ini dimunculkan pernyataan jika manusia muncul pertama kali di Afrika dan kemudian menyebar ke seluruh benua menggantikan seluruh manusia-manusia purba yang telah lebih dulu ada. Oleh karena itu keberagaman dna sangat minim karena manusia modern sekarang muncul dari kelompok itu.


Kenapa Afrika dianggap sebagai tempat mula muncul manusia?

Dari beragam sumber yang dibaca dapat dikatakan.
1. Afrika memiliki bukti fossil homo sapien tertua dengan perkiraan tanggalan 200,000 tahun yang lalu.
2. Keberagaman gen karena mutasi terjadi lebih banyak di Afrika daripada di daerah manapun.
3. Fossil yang mnunjukkan transisi ke homo sapien berada hanya di Afrika.

Permasalahan di setiap teori

Di teori multiregional sendiri permasalahan yang disebabkan oleh mithocondrial eve dna ini mengungkapkan masalah, yaitu mengapa manusia yang ada sekarang ini tidak terlalu memiliki banyak sekali keberagaman yang seharunya muncul lebih banyak karena kita berevolusi secara terpisah. Dalam teori multiregional dan sesuai data yang ada bahwa fossil manusia berasal dari afrika dan terjadi evolusi secara terpisah maka, seharusnya mithocondrial dna yang berada di dalam tubuh kita ini tidak mengerucut ke satu orang wanita saja tetapi banyak sekali wanita, lewat penghitungan molecular clock. Jadi karena keberadaan penghitungan mutasi molekul inilah yang membuat tentangan terhadap teori multiregional.
Di teori out of afrika, terdapat kejanggalan juga, seperti ini salah satunya, apabila terjadi penggantian dominasi atau pendudukan apakah tidak terjadi sebuah pertentangan antar dua kelompok tersebut?. Dalam hal mgrasi hewan, tidak ditemui terjadi penggantian pendudukan sebuah daerah dalam waktu cepat, ingat bahwa penggantian populasi di seluruh dunia digantikan oleh homo sapien dalam kurun waktu 200,000 tahun dan itu dalam skala luas tergolong sangat cepat. Dalam arkeologi kurang banyak bukti mumpuni dalam memperlihatkan perpindahan kependudukan ini di banyak tempat.
Jadi antara satu teori dengan teori lainnya tetap terdapat sebuah kelemahan dan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab teori satu malah terjawab teori lainnya, seperti bagaimana bisa terjadi perpindahan antara homo erectus atau homo archaic menjadi sapien bisa terjadi begitu cepat yaitu dengan menggunakan teori multiregional, kemudian mengenai masalah varietas gen yang bisa dijawab dengan teori out of afrika.

Bahkan masalah penghitungan paruh waktu mutasi molekul ini, juka di dapati terdapat perdebatan dari berbagai pihak. Tetapi mungkin dengan makin canggihnya teknologi kita mengenai gen dan dna lebih intensif dapat ditemukan jalan lebih cerah, dan tidak dilupak gabungan banyak ahli dan banyak data yang ada. Artikel ini untuk pengenalan dan pembuka pemikiran sekaligus diskusi artikel lebih lanjut lagi.


Sumber Referensi:
The Multiregional Evolution of Humans BY ALAN G. THORNE AND MILFORD H. WOLPOFF.
Rethinking Modern Human Origins:Getting out of Out of Africa by JAMES KENDRICK.


Baca juga :

Jejak Hawa di dalam DNA
Misteri Kesadaran Manusia
Misteri Gobekli Tepe

Saturday, October 29, 2016

Bukti Jejak Hawa Istri Adam di DNA

Manusia telah sedari dulu mencari tahu asal muasal keberadaannya yang sekarang. Mulai dari mitos-mitos penciptaan Adam dan Hawa, Prometheus dan para manusia primitif, manusia dari lumpur sungai Kuning, dan kemudian ada paper yang di kemukakan oleh Charles Darwin yang berjudul The Decent of Man yang sebagai seorang naturalis dia mengungkapkan sebuah teori baru yang sebelumnya belum pernah dibahas, bahwa manusia modern sekarang berasal dari satu turunan. Tentu disaat itu papernya tersebut mendapat kecaman banyak pihak tetapi karena kemajuan jaman mau tak mau akhirnya terpakai dan di akui sebagai pembuka jalan baru untuk mencari asal muasal manusia. Bukan berarti mengesampingkan kepercayaan-kepercayaan akan mitos-mitos yang diatas. Tetapi karena ilmiah telah mendominasi di abad ini dan telah terbuktikan oleh jalannya sendiri maka cara tersebut digunakan.

Tetapi disini saya tidak membahas perihal pembukaan pendek tadi, tetapi para ilmuwan sekarang yang telah melanjutkan cara kerja Charles Darwin tersebut kemudian berbondong-bondong mengumulkan peninggalan-peninggalan di masa lampau, tulang, artefak, segala jenis kapak dan lain sebagainya untuk membuat sebuah kumpulan data yang dengan metode-metode tertentu kemudian di teorikan. Dari data-data yang terkumpul, saya persempit disini mengenai asal muasal manusia dan jejak yang paling kentara dari yang ditinggalkannya adalah tulang belulang, mereka berhasil menciptakan sebuah pohon silsilah yang menuju ke puncak dimana kita berasal. Tetapi meskipun data dari bedekade-dekade yang telah dihabiskan tersebut tidaklah sempurna karena masih banyak lagi yang harus dicari, dari penemuan disini menelurkan teori disini, penemuan disana menelurkan teori disana dan kemudian berbenturan membantah satu sama lain. Tetapi tidaklahmengapa karena begitulah caranya bekerja. Bahkan apa yang dipaparkan disini pun demikian adanya belum sepenuhnya benar.


Baca juga : 

Teori Asal usul manusia

Alat Batu yang Dibuat oleh Para Monyet Ini membuat kita mempertanyakan keistimewaan kita

Tanaman sepagai rekan perjalanan panjang sejarah manusia


Penemuan sebuah Mitochondrial Dna

Di tahun 1987, sebuah paper yang dikeluarkan di Nature oleh C.Wilson, Martin Stoneking dan Cann berjudul “Mithocondrial Eve and Human Evolution” yang berisi penelitian di Universitas Biokimia Berkeley, mengambil sampel dna dari 147 partisipan dengan berbagai macam keunikan ras. Memberanikan diri mengatakan "menjawab masalah yang telah dipermasalahkan oleh para anthropolog berdekade-dekade lamanya". Seperti kapan dan dimana manusia modern pertama kali muncul, dan apakah tipe-tipe manusia archaic adalah tipe manusia sebelum berevolusi menjadi homo sapien?. Mereka dalam paper tersebut menjawab dengan jalan yang tidak ditempuh oleh para anthropolog biasanya, mereka dengan menguraikan dna sampel dari partisipan mencoba menguak darima dan kapan manusia modern pertama muncul.

Apakah itu Mithocondrial DNA?

Sains mengenai bio molekular telah begitu berkembang. Dan dapat memberikan akses untuk dapat lebih meneliti secara luas mengenai materi genetik. Wilson membuka jalan untuk menguak lebih dalam mengenai asal-usul manusia dengan jalan membedah mithocondrial dna di manusia.

Meskipun materi genetik di dalam sel terdapat di dalam nucleus, dalam jumlah yang kecil juga terdapat di dalam mithocondria, sebuah organel yang bertanggung jawab mengenai metabolisme. Sperma mamalia memang mengandung mithocondria tetapi di keluarkan atau tidak diterima ketika memasuki sel telur atau ovum. Setiap bayi yang lahir selalu mewarisi nucleus dengan pembagian yang seimbang antara ayah dan ibu, tetapi untuk kasus mithocondria hanya berasal dari ibu saja. Karena mithocondria hanya diturunkan dari ibu saja, maka bisa di lacak dari ibu, ke nenek dan ke buyut dan seterusnya. Cara itu menawarkan sebuah metode yang bersih untuk merekontruksi pola perkembangan molekulnya. Di lain pihak, pencampuran nucleus antara pewarisan dari milik pihak ayah dan ibu membuat kabur observasi apabila semakin kebelakangnya waktu pelacakan.

Kemudian, mithocondrial dna menawarkan penghitungan molekul yang lebih sensitif untuk mengukur jarak genetis antar individu. Para ahli biologi meolekul sering mengukur kedekatan genetis antar individu dengan menghitung dari jumlah mutasi yang membuat mereka terpisah. Karena mithocondrial DNA bermutasi lima sampai sepuluh kali lebih cepat dari Nucleus DNA, hal itu memberikan rekaman jalur lebih pendek selama waktu berevolusi. Asumsi paling penting disini, adalah tentu, di rata-rata peristiwa mutasi terjadi secara konstan, jumlah mutasi yang secara spesifik telah terhitung lalu bisa dihubungkan dengan waktu yang lebih spesifik. Karena awal mula manusia modern dulu dianggap sekitar 50,000 tahun yang lalu, menurut Wilson dan kawan-kawannya, dengan menggunakan mithocondrial DNA penghitungan tersebut dapat menjadi lebih spesifik dan jelas. Dilansir dari majalah Nature tahun 1987. Jadi ingat terlebih dahulu saya menulis ini berasal dari data saat penggunaan dan penelitian mithocondrial di tahun 1987 jadi dipastikan di saat ini data-data yang ada sekarang bakalan lebih spesifik, tetapi karena saya ingin memperkenalkan pada anda semua mengenai mithocondrial DNA dan dari sejarah penggunaannya dan yang membuatnya terkenal.
Jadi mereka, Wilson dkk menawarkan cara baru untuk mengetahui asal mula manusia melalui mithocondrial DNA, dan juga membuat sebuah hal yang menantang temuan-temuan para arkeolog selama berabad dan berdake.Tetapi belum berarti apa yang dikemukakan Wilson ditelan mentah-mentah oleh para ahli karena banyak sekali pro dan kontranya, tetapi dapat dikatakan seperti ini mereka membuka sebuah jalan baru untuk lebih mengetahui asal muasal kita... manusia.

Hawa, seorang ibu yang beruntung?


Seperti yang tertutur diatas, mithocondrial DNA berasal dari seorang ibu, kemudian diturunkan oleh ibu dari ibu tersebut dan seterusnya, dan kesemuanya sama seperti itu. Berarti semuanya berasal dari satu orang, orang yang sama yang menjadi ibu kita. Dan itu yang menarik sekaligus kontroversial. Hawa apakah memang benar-benar ada?. Tetapi jangan ditelaah bahwa hanya terdapat satu hawa saja karena menurut perkataan paper yang saya baca begini, jadi saat itu tidak hanya ada satu orang wanita saja tetapi bisa dibilang cuman satu wanita saja yang berhasil mengantarkan mithocondrial DNA nya sampai ke kita sekarang ini. Makanya karena itu oleh wilson ibu ini dipanggil hawa, dan mithocondrial juga dapat kebagian penamaan dengan penamaan mithocondrial eve (hawa). Tetapi tetap juga terjadi pro dan kontra yang terjadi dengan hal itu.

Tidak menampik akan teteapi, mithocondrial ini sangat begitu merubah wajah penelitain-penelitian saat ini. Ada kutipan seperti ini “data-data dari biologi molekular dengan data-data arkeologi telah menjadi perdebatan dan pertentangan panas di dunia antropologi”. Tidak mengapa karena bakal seperti itu, dan kita tidak akan lelah mencari. Bukan kontrovesi ibu beruntung atau hawa itu saja, tetapi dengan teori-teori yang ada perihal teori asal mula manusia modern berasal dari afrika atau dari daerah lain di dunia ini. Nanti saya akan menjelaskan di lain waktu perihal out-of africa theory dan multiregional theory ( di Teori Asal usul manusia), dan bertempat dimana hiphothesis mithocondrial dna berpihak. Dan ada beberapa literatur yang menyebutkan jejak adam di tubuh kita ini, tetapi jangan dulu menafsirkan secara harfiah karena saya belum mencari secara lebih, seperti tulisan ini yang mungkin masih perlu ada yang ditambahi, cukup degan komentar.