Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Sunday, January 15, 2017

Manfaat Mempelajari Sejarah

Jangan sekali-kali melupakan sejarah begitulah kata-kata proklamator kita. Sejarah adalah guru terbaik atau pengalaman tetapi sebenarnya sama saja menurut saya. Sejarah seperti yang diketahui oleh khalayak umum adalah sesuatu yang telah terjadi, peristiwa yang telah terjadi. Itulah artinya menurut saya secara bahasa yang cocok dengan kalbu saya. Peristiwa yang terjadi kemarin dalam hidup anda adalah sejarah anda sementara peristiwa yang telah terjadi dalam lingkup lebih besar seperti bangsa maka disebut juga sejarah bangsa itu, dan selanjutnya dan selanjutnya. Pengertian sejarah sebenarnya dapat diketahui secara pribadi masing-masing karena setiap orang yang hidup mengalaminya. Lalu apakah manfaat mempelajari sejarah untuk diri kita?.

Baca Juga :




Manfaat mempelajari sejarah


Sejarah sebagai peristiwa yang sudah-sudah yang kemarin-kemarin yang telah kita lakukan adalah sebuah jalan hidup kita yang apabila kita tidak melupakannya dan mengingat-ngingatnya maka jalan tersebut terpampang jelas, apa yang telah anda lakukan, motivasi apa yang anda inginkan hari-hari kemarin begitu terpampang jelas. Dan jalan yang telah kita lewati kemarin itu berguna sebagai sambungan dari jalan hidup kita yang terpampang besok meskipun kita belum tahu kemanakah jalan hari esok itu. Dari jalan yang sudah-sudah itu kita dapat menentukan kemana lagi kita akan melangkah, kemana lagi kita akan perlu membuat seuah tujuan di jalan kita. Itu adalah manfaat mempelajari sejarah dari kehidupan anda sendiri.

Sejarah sebuah bangsa, atau negara atau bahkan dunia juga adalah sama seperti penjelasan sejarah dari kehidupan anda sendiri, tetapi melibatkan lebih banyak orang sehingga untuk menengok ke belakang begitu sulit karena banyak sekali orang yang ada. Sebenarnya untuk kasus sejarah dalam diri juga mengalami kesulitan karena interpretasi atau cara pandang setiap manusia kadang kala atau malah selalu berubah tergantung keadaan orang itu saat dia coba menilik kembali apa yang telah lalu. Lalu bayangkan kebingungan apa yang bakal terjadi ketika kita menengok apa yang telah dilalui banyak orang. Sebuah kumpulan ombak-ombak dimana ada yang besar dan kecil dan satu sama lain saling mempengaruhi. Oleh karena itu pekerjaan seorang sejarahwan begitu sangat berbahaya, bahaya yang ditimbulkan bukannya sebuah bahaya fisik sebagai awal. Tetapi bahaya yang ditimbulkan ialah bahaya sebuah pergantian pemikiran.

Begini, secara tidak sadar kamu yang sekarang kamu yang sudah-sudah dan itu telah tertanam di dalam sistem alam bawah sadarmu, kamu yang sekarang tidak akan ada tanpa kamu yang kemarin. Jika sejarah sebuah bangsa telah diubah untuk kepentingan sekelompok atau individu tertentu maka selanjutnya generasi-generasi yang mengecap sejarah yang telah tergantikan tersebut akan berbeda pemikirannya daripada generasi yang belum dikecapi oleh kebohongan yang menguntungkan tersebut. Makanya sejarah haruslah obyektif dan bertujuan untuk kebenaran bukannya keuntungan. Mungkin kalian para pembaca menganggap ini mengada-ada tetapi sadarilah bahwa kamu terbentuk dari cerita-cerita sejarah maupun dongeng-dongeng yang diceritakan sebelum kalian tidur, kamu terbentuk oleh sekelilingmu dan sekelilingmu atau lingkunganmu seperti desas-desus suara-suara dari kemarin-kemarin yang saling terceritakan, sistem berpikir kalian sistem perbuatan kalian kadang kala telah terbentuk oleh hal-hal seperti itu. Bayangkan apa yang terjadi jika bangsa ini tidak ada penjelasan sejarah yang telah lalu bahwa pernah ada kerajaan-kerajaan besar disini yang menaungi se asia tenggara apakah kita tetap bakalah percaya diri menghadapi bangsa luar atau malah apakah bangsa ini akan ada?.

Apa manfaat sejarah


Seperti yang telah terpenggal kalimat diatas bahwa manfaat sejarah dapat dikatakan kata lainnya adalah jati diri, pembentukan diri penempaan diri. Tanpa sejarah seseorang bukanlah manusia yang damai karena dalam dirinya dipastikan terjadi kebingunan berkecamuk kehilangan identitas. Negara yang tidak pernah mengungkap sejarah rakyatnya sendiri akan terombang-ambing negara yang seperti itu rakyatnya juga pasti akan kebingunan karena mereka hidup disebuah negara tanpa identitas. Untuk menjadi bangsa yang mempunyai kepercayaan diri dan berkekuatan kita sebenarnya yang pertama-tama membutuhkan pemikiran yang mapan bahwa negara kita ada dan patut dibela karena telah memiliki identitasnya bahwa negara kita sejak dahulu adalah ini dan besok oleh karena itu pergantian identitas sama saja dengan bergantinya negara tersebut. Pemikiran para manusia yang telah merasa bahwa negara yang menaungi mereka juga mempunyai karakter maka begitupun juga mereka, dan mereka akan lebih mempercayai suara-suara yang benar-benar berasal dari negara.

Dan kadangkala memang sejarah dibuat menjadi kebohongan agar menjadi keuntungan, tetapi kadang kala pihak-pihak yang memutar balikkan fakta dari apa yang terjadi ini bertujuan bahwa lebih baik jika seperti itu. Sejarah mereka jadikan sebuah doktrin agar rakyat merek tunduk dan mau mati terhadap negaranya seperti Nazi Jerman dengan propaganda manusia super arya mereka. Lihat saja pasukan mereka begitu percaya dirinya bahkan ketika sedang memasuki kota musuh mereka tampak seperti berparade ketika awal-awal perang. Sejarah dapat menjadi senjata bukan hanya senapan, pisau, tank dll yang dapat digunakan senjata tetapi sejarah adalah sebuah senjata pemikiran. Dimana nasib pemikiran generasi selanjutnya dapat diputuskan oleh si pembuat sejarah saat itu.


Oleh karena itu bagi kalian yang ingin mencari kebenaran yang hakiki kita harus mulai mempertanyakan segalanya apakah yang tentram adil dan nyaman sepadan dengan kebohongan yang di lingkupkan?. Pelajari dan cari kebenarannya agar jati dirimu adalah yang terbaik darimu. Manfaat dari mempelajari sejarah adalah sebuah kekayaan yang tak terhingga dari jiwa.

Saturday, January 14, 2017

Keadilan Menurut Aristoteles


gambar aristotle

Seluruh pemikiran politik Yunani selalu terhubung dengan pentingnya konsep keadilan. Ini adalah sebuah konsep abstrak dan sulit untuk menemukan makna yang pasti, seperti yang selalu terlihat bahwa para pemikir juga berbeda pandangannya dalam menemukan konsep keadilan ini. Tetapi untuk pengertian keadilan menurut Aristoteles dibagi menjadi dua tipe, keadilan universal dan keadilan terkhusus. Yang pertama menunjuk kepada kepatuhan terhadap hukum kepada semua rakyat dan berarti ada satu orang yang harus bijaksana untuk itu semua.

Sementara dengan keadilan yang khusus, juga dibagi menjadi dua tipe, keadilan distibutif dan keadilan perbaikan. Keadilan distributif mengatakan bahwa negara seharusnya membagi atau mendistribusikan pangan dan kekayaan kepada para rakyat menurut jasanya. Atau perlakuan yang ditujukan kepada orang sesuai jasa-jasanya kepada masyarakat.

Keadilan perbaikan juga dibagi menjadi dua lagi, yang pertama adalah yang berhubungan dengan hukum sipil atau yang berhubungan dengan peristiwa yang secara sukarela terjadi dan yang kedua adalah yang berhubungan dengan hukum kriminal atau bisa dikatakan yang terjadi dengan adanya yang tidak sukarela. Lanjutnya, Aristoteles menambahkan keadilan yang komersial dan kumulatif untuk keadilan yang telah disebut diatas kalimat tadi.

Keadilan distributif:


Aristoteles mengatakan bahwa tipe keadilan seperti ini adalah yang paling kuat untuk mencegah sebuah revolusi terjadi, dan keadilan ini berarti mempercayai kepantasan dan proporsi yang pas mengenai jabatan di pemerintahan, jasa, barang-barang sebagiamana yang dibutuhkan untuk para masyarakat di dalam sebuah negara.

Keadilan selalu mengenai keuntungan politik. Aristoteles mengatakan bahwa seluruh organisasi politik harusnya memiliki keadilan distributifnya sendiri. Dia, bagaimanapun, menolak demokrasi juga menolak kriteria oligarki (kekuasaan negara yang berada dalam kuasa sedikit orang yang berada dalam partai politik) dan memperbolehkan jabatan pemerintahan kepada mereka yang berwibawa saja dan juga karena jasanya kepada sosial yang besar, karena orang yang berwibawa dan mempunyai kebajikan sedikit. Aristoteles percaya bahwa jabatan pemerintah harusnya di pasangkan kepada orang-orang yang hanya sedikit ini.


Keadilan perbaikan:


Semua hukum yang berhubungan dengan peristiwa setiap harinya adalah yang terjadi didalam aksi yang perlu diperbaiki. Itu merujuk untuk pengembalian nama dari apa yang telah di hilangkan seorang individu karena ketidak adilan dalam sosial. Keadilan ini mencegah kekasaran dari satu orang ke orang lain dan pemulihan nama baik seseorang karena kesalahannya.

Aristoteles berpandangan bahwa keadilan perbaikan ini terhubung dengan aktifitas yang secara sukarela dan komersil seperti menyewa, menjual dan keamanan. Aksi ini terlibat dengan tindakan yang agresif dalam kehidupan, properti, kehormatan dan kebebasan. Singkatnya, Keadilan tipe ini bertujuan untuk kebajikan dan kewibawaan moral yang terbaik dari sebuah karakter dan karena alasan inilah keadilan ini disebut dengan keadilan perbaikan.

Sumber

Saturday, December 3, 2016

Apakah Sebenarnya Riset Sains itu Dibutuhkan Oleh Kita?

Anjing adalah teman terbaik manusia. Kata-kata itu terus ada, dan bahkan telah diteliti secara ilmiah. Tetapi haruskah sampai diteliti?
Penelitian mengenai loyalitas anjing adalah salah satu penelitian yang dibiayai oleh National Science Foundation yang oleh Sen. Tom Coburn (R-Okla)  dikritisi dalam laporannya yang mengatakan bahwa dia melihat sebuah pembuang-buangan uang yang dilakukan pemerintah dalam bidang sains.
Komplain yang biasa terdengar: Kita terlalu mengeluarkan banyak uang untuk riset yang tidak jelas. Kita mempunyai utang. Kita tak bisa memenuhi gaji para lulusan murid.
Dengan kongres super comitte mengenai pendekatan pengurangan batas akhir utang, pembiayaan pemerintah di riset sains, dari Energy Departement, The National Science Foundation, The National Institute of Standards and Technology dan masih banyak lainnya dapat berada di posisi rawan akan ditiadakan. Jika supercomitte tidak dapat mencapai keputusan, uang 1,2 miliar dollar akan terbuang, dan dapat memotong anggaran dana sebesar 8 persen di tahun 2013, menurut estimasi biaya dari Michael Lubell dari American Physical Society.

Anggota Republik dari House of Science Commite menulis surat ke supercommitte bulan lalu untuk menyarankan memotong budget untuk Energy Departement mengenai “biological and environmental research” karena itu menduplikat dari riset di bidang industri. Mereka mengatakan bahwa departemen itu telah mengambil peran sebagai kapitalis dalam penelitian, peran yang seharusnya dilakukan oleh firma yang berhak. Masalah mereka menggaung secara luas bahwa bisnis seharusnya membiayai sains dan keterlibatan pemerintahan seharusnya diminimalkan.

Sangat menggoda untuk mengalihkan pembiayaan sains ke bisnis, tetapi terdapat beberapa riset yang hanya dapat dilakukan oleh pemerintahan. Jenis riset ini sering disebut “basic”, meskipun itu berarti banyak hal.
Di dalam  Departemen of Energy’s Joint Genome Institute (JGI), peneliti telah melakukan riset yang krusial yang dapat meluaskan kekayaan ekonomi Amerika dalam 50 tahun selanjutnya. Akhirnya, itulah tujuan mereka. Masalahnya adalah pekerjaan jenis itu dapat tidak menuju kemanapun. Dapat membuat sebuah investasi yang buruk, meskipun  itu adalah keterbutuhan diwaktu mendatang. Jadi masalahnya adalah: Bagaimana cara riset sains tampaknya tidak berguna, yang dalam hari ke depan dapat memberikan hasil yang besar, dibuat dalam bentuk yang memang menjadi kebutuhan, relevan dan jelas keluar dari dalam kasus pemotongan budget biaya?.

Aku mengunjungi JGI di Walnut Creek, Calif., untuk mencari tahu. Institut itu, dimana pernah membantu mengurai gen manusia pada tahun 1990, sekarang telah berfokus mempelajari DNA dari tanaman dan mikroba. Riset tersebut  dalam beberapa tujuan dapat digunakan untuk membuat bahanbakar biologis baru dan membantu pembersihan lingkungan.
Direktur dari JGI dan genetis Eddy Rubin adalah pioner di masalah metagenomics, penelitian itu mengenai DNA bermacam makhluk yang dapat secara bersama membuat ekositem. Sekarang ini, dia dan timnya sedang mempelajari penelitian mengenai mikroba yang hidup di dalam rumen sapi, organ perut yang digunakan hewan untuk menghancurkan rumput menjadi bahan bakar. Hasil tersebut kesemuanya dipublikasikan secara terang-terangan online, untuk para peneliti dan pengusaha yang sedang mencari ide dan juga untuk mencegah duplikasi dari riset tersebut.

Rubin tahu bahwa ada kepercayaan bahwa pemerintah yang membiayai sebuah riset seharusnya tidak melakukan apa yang dilakukan industri, seorang Republikan anggota science komite tulis. “Tetapi,”katanya, “industri tidak akan membangun sebuah superkomputer untuk mempelajari cuaca. Atau akselerator raksasa untuk meneliti partikel fundamental di alam. Itu yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah.”

Dan semuanya, hal-hal penelitian basic ini akan tetap ada ganjarannya. “Siapa yang berpikir mengenai membelah gen individu 15 tahun yang lalu?” tanya Rubin. Pembelahan gen itu adalah pekerjaan yang dibantu diawali oleh Rubin pada tahun 1990 dan telah menuju ke arah yang menjajikan mengenai terapi gen, dan kerja yang dia lakukan hari ini dapat menuju ke hasil yang lebih besar lagi jika membahas perihal energi alternatif atau terbarukan.
Rekan Rubin, seorang fisikawan yang berganti menjadi genetis Dan Rokhsar, telah membenamkan diri mempelajari kode genetis dari rumput padang. Rokhsar mengepalai divisi tanaman di JGI, dan dia mencari cara untuk membuat bahan bakar biologis dari rumput bukan dari jagung. Tidak seperti jagung, rumput bersifat perennial, yang berarti rumput tidak membutuhkan untuk ditanam kembali dari musim ke musim, dan dapat ditumbuhkan dalam skala habitat luas.

Bayangkan menggunakan mikroba dalam rumen sapi untuk memecah banyak sekali rumput dalam cepat. Kau akan mempunyai sistem biofuel yang ideal, dibuat dari alat alami yang bisa mengurus sendiri dan tidak membuat racun berbahaya.
Meskipun, dalam catatan Rokhsar, kita dapat mempunyai perjalanan panjang untuk memungkinkan hal itu. Tidak seperti manusia, yang membawa dua gen sama dalam sel mereka, rumput membawa empat. Itulah yang membuat sulitnya menganalisa DNA tanaman itu. Bahkan semakin sulit menemukan gen di rumput itu yang bertanggung jawab atas terjadinya perubahan nitrogen secara effisien sementara tetap tumbuh tinggi dalam banyak jenis iklim yang berbeda.
Meskipun riset yang sulit kedepannya, hasil dari penemuan itu dapat luar biasa. “Bisa dikatakan bahwa kamu mempunyai tujuan bahwa dalam 20 tahun, kamu ingin penggunaan banyak dalam biofuel,”kata Rokhsar. Dia melakukan matematika cepat untuk peramalannya:” Kita menghabiskan 1 biliun dollar di minyak asing. Jadi bisa dikatakan bahwa membelah gen ini akan memperbolehkan beberapa lulusan mahasiswa besok untuk membuat kloning dari gen ini dalam lima tahun dari sekarang dan mereka dapat melihatnya di database kita. Hal itu akan mempercepat riset. Katakan telah dimulai menggunakan biofuel dalam sebelum 20 tahun tujuan itu. Kau telah menyimpan sebanyak 30 billion dollar dalam sebulan itu saja.” Harapan itulah yang membuat semangat bahan bakar untuk proyek ini.
Peneliti JGI lainnya, seperti Susannah Tringe, direktur dari megagenomics research, mencari cara untuk mengembalikan ekosistem yang alami dapat berhasil. Murid Tringe mempelajari bahwa komunitas bakteri dibawah permukaan lahan basah, karena dia ingin membuat pemhaman yang lebih baik tentang bagaimana mengembalikan ekosistem lahan basah. Tetapi dia ingin juga mengembalikan seluruh planet. Diketahui juga bahwa beberapa jenis lahan basah dapat menghisap karbon dari udara lebih efisien daripada sistem lain di bumi. Jika dia dapat menemukan komunitas bakteri lahan basah mana yang dapat melakukan penyerapan itu, mungkin bakteri itu dapat digunakan diseluruh dunia untuk membersihkan atmosfer.


Tringe telah mendapatkan 2.5 miliar dollar untuk mempelajari mengenai komunitas mikrobakteri di lahan basah untuk lima tahun kedepan. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana dia dapat melakukan pekerjaan ini jika dia hanya berharap pada pembiayaan pribadi dan harus menjual penemuannya untuk mencari dana. “Jika tujuan untuk memperbaiki lingkungan, maka menjaga rahasia akan membuatmu tidak pergi jauh,”katanya.

Wednesday, November 23, 2016

Pikiran Seorang Mad Scientist

Selama beberapa dekade para dokter-dokter terhebat dan para peneliti percaya bahwa kanker perut disebabkan oleh stress, makanan pedas dan terlalu banyak asam di lambung.
Barry Marshall tidak mempercayai itu. Marshall adalah seorang psikis dan peneliti mikrobiologi dari Australia dan dia percaya bahwa tukak lambung bukan hasil dari hidup yang tidak higienis ataupun kebanyakan makanan pedas. Malahan dia percaya penyakit itu disebabkan oleh bakteri. Lebih tepatnya, Marshall percaya bahwa tukak itu disebabkan oleh Helicobacer plori. Meskipun terdapat masalah dalam teorinya tersebut:

Marshall dan partner labnya adalah hanya orang yang percaya mengenai ini. Meskipun dengan kepercayaannya tersebut. Marshall tidak bisa membuktikan keterkaitan antara bakteri itu dan tukak babi di dalam eksperimen laboratoriumnya dan uang penelitiannya semakin menipis. Sementara, ribuan orang tetap meninggal karena kanker perut setiap tahunnya.



Seorang Mad Scientist


Dengan situasi seperti itu, Marshall memutuskan untuk meyelesaikan masalah tersebut dengan tangannya sediri dan membuat eksperimen sains pribadi dengan kategori paling gila.

Di bulan Juli tahun 1984, Marshall memegang cairan yang berisi Helicobacter pylori dan mulai menelannya. Dia “meminumnya dengan satu tegukan dan kemudian berpuasa di sisa hari itu.” Oleh psikis lain Siddhartha Mukherjee, Marshall telah “menelan sebuah karsinogen untuk membuat kondisi pra kanker di dalam perutnya.”

Tiga hari berikutnya, Marshall mulai merasa sakit. Dihari ke 5, dia mulai muntah-
muntah dan berlanjut sampai tiga hari kemudian. Dan saat itu juga, rekan-rekannya mengambil sampel dari bakteri di dalam perut Marshall dan merekam kondisi psikologis yang berubah terhadap Marshall ketika mulai terkembang beberapa gastritis di dalam perutnya. Setelah dua minggu dalam kondisi neraka, Marshall mempunyai bukti yang dia butuhkan dan dia mulai mengambil antibiotik.

Beruntungnya, dia berhasil menjalani penyembuhan total. Dalam satu bulan, Marshall dan rekan-rekannya mengirimkan eksperimen dan hasilnya ke Medical Journal of Australia untuk publikasi. Bukan hanya mereka telah membuktikan bahwa Helicobater pylori adalah penyebab dari tukak lambung, mereka juga memperlihatkan perubahan penting dalam fase kanker perut. Marshall dan partner laboratoriumnya, Robin Warren, mendapat hadiah Nobel pada tahun 2005 dalam Physiology or Medicine untuk usaha mereka.





Gambar dari Helicobactery pylori dibawah mikroskop

Kekuatan dari Personal Science

Marshall adalah kasus ekstrim dari apa yang temanku Josh Kaufman menamakan “personal science”.

Barry Marshall adalah seorang mad scientist di kehidupan nyata. Dia meminum minuman yang berisi bakteri kanker dengan harapan menemukan kebenaran scientifiknya. Kisahnya adalah satu dari banyak kisah yang disebutkan di dalam buku fantastis, The Emperor of All Maladies.

Personal Science menunjuk kedalam gagasan untuk mengeksekusi eksperimen kecil dirimu dengan tujuan menemukan cara baru untuk menyelesaikan masalah dan mendapat hasilnya di kehidupan. Sementara untuk pembelajaran dan penelitian lainnya dilaksanakan dalam skala besar dan dipublikasikan didalam jurnal akademis, eksperimen personal science melibatkan satu orang saja dan fokus terhadap mendapat infromasi yang praktis dan sangat berguna.

Marshall menggunakan personal science untuk menuju ke tujuannya, dimana kau dan aku mungkin menggunakan personal science untuk membangun kebiasaan sehat baru atau mengembangkan kinerja saat kerja. Tujuan dari eksperimen mini ini menemukan hasil yang real atau nyata. Sebagai seorang penulis dan peneliti yang mencoba untuk menggabungkan sains dengan pandangan praktis, aku percaya filosofi ini sangat penting.

Mengapa?

Karena bagaimanapun sains dan teori yang kamu pahami, kamu tidak akan mendapatkan hasil di dalam hidupmu kecual kamu memiliki keberanian untuk mengambil aksi.





Melepaskan Mad Scientist dalam dirimu

Personal sains bukanlah sebuah alasan untuk melakukan hal yang ceroboh. Aku tidak, untuk sebagai contoh, merekomendasikan meminum tabung eksperimen berisi bakteri kanker. Aku bagaimanapun percaya bahwa mengeksekusi eksperimenmu sendiri dan mempunyai keinginan untuk mencobai hal akan membuat hidupmu lebih baik.
Ini adalah alasan kenapa:

Personal sains memaksamu untuk bergerak diluar rencana. Jika kamu ingin mempercepat pembelajaranmu, mengembangkan skill baru, dan mendapatkan hasil yang berguna, maka kamu harus mencoba hal baru. Sangat sering kita menunggu untuk mengambil aksi karena kita percaya untuk perlu membaca dan riset lagi. Bagaimana jika, sebagai alternatif dari kita menggunakan waktu kita untuk mencari strategi dan menggantinya untuk mengetes strategi yang telah kita punya? Dapat dikatakan bahwa praktek adalah hal yang paling kuat dalam pembelajaran.

Personal sains berisiko rendah. Tidak seperti hal gila yang Marshall lakukan, mungkin eksperimen yang kau dan aku lakukan berisiko kecil. Sangat jarang, kita menghadapi kasus mati atau hidup,tipe resiko kanker dalam perut. Biasanya, benteng yang membentengi kemajuan kita adalah ketidaknyamanan, keraguan, tidak percaya, dan taku akan dikritisi. Personal sains memaksa kita untuk bergerak melewati hal hal emosional tersebut dan melihatnya sebagai apa adanya yaitu membatasi kepercayaan.

Ini sebagai contoh:

"Berharap ingin mulai untuk menulis bukumu? Cobalah untuk memberhentikan aktivitas yang kamu senangi dan buat waktu untuk mencapai tujuan yang penting. Apa resikonya? Apakah kamu takut jika kamu melewatkan tv show favorit kamu?"

Personal sains membuat belajar akan kunci penyelesaian masalah. Kita sering membaca buku dan menggantungkan pada hasil riset untuk jawaban dari masalah kita. Mengetahui dimana mendapat informasi adalah skill yang berguna, tetapi kunci dari penyelesaian masalah yang baik adalah tidak mempunyai orang lain yang mengerjakan pekerjaanmu. Kunci dari penyelesaian masalah adalah keinginan untuk mencoba hal baru, memikirkan eksperimennya dan kemudian lakukan.





Melangkah ke Arena

Kita semua hidup di laboratorium yang berbeda-beda. Pojok kehidupanmu yang berisi pengalamanmu, fisikmu, lingkunganmu, temanmu, dan kepercayaanmu adalah sangat berbeda dengan milikku. Banyak hal fundamental yang dapat kamu terapkan dalam banyak masalah, tetapi bagaimanapun juga kamu adalahh yang harus menemukannya sendiri, kamu harus berani dan mau untuk melakukan sebuah eksperimen untuk mendapatkan hasilnya.

Biarkan jiwa mad scientist mu keluar sekarang dan selanjutnya. Melangkahlah ke arena dan tempatkan dirimu untuk melewati api. Kebenaran satu-satunya adalah yang bekerja kepadamu.

Terjemahan dari : http://jamesclear.com/barry-marshall karena bagusnya tulisan yang ia tulis saya rasa ingin bagikan teman-teman sejawat.

Baca juga :










Saturday, November 19, 2016

Misteri dan Pengertian Kesadaran Manusia

Apa yang akan kalian lakukan beberapa jam lagi, besok kalian ingin, kita sedang membaca tulisan ini, sedang makan itulah apa yang disebut dengan kesadaran manusia. Sadar dengan apa yang ingin dan sedang dan sudah dijalani. Pergerakan otot jantung, gerak usus, gerak otot lambung adalah gerakan yang terjadi dengan ketidak sadaran manusia. Dalam bidang ilmu cognitif sains dan nuerologi adalah bidang ilmu yang membahas tentang kesadaran dan ketidak sadaran manusia ini. Dalam lingkup pembahasan mengenai kesadaran manusia ini, telah ditemukan dua buah pokok masalah mendasar yang dihadapi oleh setiap ahli. Para ahli tidak hanya berasal dari bidang ilmu cognitif sains maupun neurologi saja tetapi dari bagian filosofi juga mengikuti karena dalam filosofi tentang kesadaran manusia begitu dibahas sejak dulu, sementara cabang ilmu cognitif sains dan neurologi ini karena dengan keterkembangan teknologi dan berkembangnya ranah ilmu manusia modern ini sehingga muncul.

Dalam pembahasan yang dilakukan oleh siapapun pihak yang membahas, ditemukan dua buah masalah seperti yang dituturkan tadi. Dua masalah tersebut disebut dengan “The Easy Problem” dan “The Hard Problem” yang saya artikan sendiri sebagai langkah memahami kesadaran manusia ini dengan “cara mudah” dan “cara sulit”.

1. The Easy Problem

Maksud dari easy problem ini bukanlah seserius yang anda pikirkan, maksud dari the easy way ini yang biasa dilakukan oleh para ahli neurologi dan cognitif sains adalah dapat dicontohkan seperti ini. Ketika kita menginjak paku dan perilaku kita tersebut direkam menggunakan sensor elektromagnetik di otak maka akan diketahui bagian otak mana yang bereaksi terhadap keadaan kita yang terkena paku tersebut dan kemudian menyambung ke syaraf manakah yang memicu sakit tersebut. Dan oleh para neurologi harus ada pemisahan terhadap kesadaran dan ketidaksadaran manusia terlebih dahulu agar seluruh aktifitas otak dapat terpetakan semua. Dalam penggunaanya seperti kata Daniel Dennet yang nanti juga akan dibahas, dalam pengaplikasiaanya ini para ahli neurologi bermasalah dengan yang namanya konsep dan oleh para ahli filosofi dapat dibantukan tetapi dengan jalan para ahli fisolofi juga memahami jalur-jalur neurologi ini.

2. The Hard Problem

Mungkin bisa dikatakan dengan kelanjutan dari The Easy Problem yang nampak bermasalah dengan konsep, apa yang bermasalah dengan konsepnya, setelah terpetakannya bagian otak yang bereaksi oleh rasa sakit yang timbul akibat dari tertusuk paku tersebut, sebenarnya apa yang memicu timbulnya rasa sakit tersebut?, dan terlebih lagi apakah itu sakit?. Masalah inilah yang membuat para sainstis kebingunan menghadapi problema seperti ini. Mungkin lebih ke apa itu rasa atau perasaan?.
Dan rasa inilah yang membingungkan para ahli sains, dimana dari masalah yang sulit tersebut, nampaknya kesadaran manusia tidak ditentukan oleh organ-organ kita, oleh keberadaan sususunan atom dan struktur dna kita, seperti David Chalmer mengatakan bahwa kesadaran kita berasal dari tuhan sendiri. Dalam sebuah tulisannya dimana dia membahas apakah zombie mempunyai kesadaran?. Zombie yang dimaksud Chalmer disini adalah seperti ini terdapat manusia buatan yang sama dengan kita, yang direkonstruksi sepeti kita, jumlah atom yang sama, letak atom yang sama, organ-organ yang sama tempatnya. Tetapi dalam perilakunya yang sama dengan kita si zombie ini tidak tahu rasanya menjadi kita ini.

Kenapa kita mempermasalahkan kesadaran kita sendiri, dan para ahli nampaknya tidak menemukan jalur keluar benarnya, karena seperti yang dikatakan tadi oleh David Chalmer, yang ditanggapi oleh Alan watts, pernyataan tersebut dapat membuat kita menulis ulang hukum fisika dimana fisika dalam menjelaskan hukum alam semesta mengatakan alam semesta terdiri dari materi fisik. Jika substansi tidak fisik ada seperti kesadaran manusia itu, maka hukum fisika harus ditulis ulang karena keberadaan substansi tidak fisik ini dapat mempengaruhi dunia fisik seperti ketika kaki kita terinjak paku dan langsung kita jatuh karena sakitnya.


Baca Juga :





Penolakan

Penolakan yang paling sering dibahas berasal dari Daniel Dennet seorang yang sudah terkenal seorang yang atheis dan seorang Profesor di Universitas Tuft. Dia mengatakan bahwa sesuatu seperti kesadaran manusia adalah yang dibuat-buat sama seperti tokoh-tokoh fiksi yang diciptikan dari sesuatu yang tidak ada. Dan kesadaran bukan berasal dari sesuatu yang tidak fisik seperti yang dikatakan Chalmer tetapi hanyalah proses input dan output atas informasi yang keluar dan masuk dari diri kita sehingga menghasilkan sesuatu seperti itu. Oleh Chalmer, Dennet sendiri disebut seorang zombie. Dalam penjelasan Dennet lainnya dia membandingkan dengan emas dan perak dimana yang membedakan emas dan perak hanyalah jumlah atomnya saja. Jadi kesadaran setiap orang berbeda karena jumlah atom di otaknya atau mungkin penyusunannya saja makanya oleh para ahli neurosains di petakan otak manusia mengenai tanggapan dan aksi di daerah mana saja yang bereaksi.

Misterianism

Dalam perkembangannya dan dari banyaknya pembahasan, tidak terdapat dan jalan keluar belum-belum juga dari sekian lama, oleh Colin Mcginn dia mengatakan “Bagaimana jika ini adalah masalah yang tidak mungkin diselesaikan oleh manusia kedepannya?”. Makanya dari situ dia menamakan situasi itu dengan misterianism, karena memang bakalan tetap menjadi misteri. Tetapi sebenarnya dari semua yang ada menurut saya tetap berada dalam kondisi misterianism karena pengamatan kita dari waktu ke waktu terus menerus berubah.

Pandangan Penulis

Kesadaran manusia sungguh adalah sesuatu yang mungkin sulit dipahami bahkan para ahli-ahli di sana pun saling berdebat satu sama lain, selamat datang di dunia yang penuh dengan ambiguitas dan kerancuan dimana pendapat tidak ada yang absolut mutlak karena kita saling membicarakannya dan mendiskusikannya. Saya tidak terlalu memahami mengenai neurosains maupun filosofi, tetapi sebagai seseorang yang memiliki kesadaran saya mencoba mengemukakan dengan tidak memihak alias memihak dengan diri sendiri, bukan bermaksud membuat pandangan sendiri tetapi mencoba pandangan memaparkan pandangan saya dengan pendangan orang lain yang telah mencerahkan. Saya bertanya-tanya juga apakah sebenarnya sadar itu, dan bukannya setiap manusia mempunyai kesadaran masing-masing sehingga setiap manusia mempunyai kesadaran berbeda-beda dan menjadikan orang-orang itu berbeda-beda pula. Seperti kata Chalmer yang membedakan kita dari zombie adalah kesadaran, tetapi apakah kita telah benar-benar sadar?. Apakah sadar itu berarti mengetahui diri kita sendiri ini dan membedakan dengan lainnya?. Setiap orang memiliki background latar berbeda-beda yang mempengaruhi pemahamannya, apakah pemahaman berkaitan dengan kesadaran. Jika sadar akan rasa seperti yang dikata Chalmer tadi dari tuhan maka sepertinya rasa sadar kita terus menerus berkembang karena setiap kita menemukan hal baru dan secara sadar kita memasukkannya kedalam kesadaran kita juga akan mempengaruhi kesadaran kita. Mungkinkah ada puncak kesadaran manusia?, mungkinkah itu juga yang dimaksud dengan orang-orang sebagai moksa?. Sedang dari pendapat Dennet tadi, bahwa kesadaran hanyalah proses lain dari input dan output yang terjadi di tubuh manusia. Berarti apa yang dimaksud dengan rasa adalah hal yang tidak ada dari pernyataannya tersebut, tetapi benarkah dia tidak perasa, karena kita tahu dia dari perilaku luarnya saja tetapi tidak merasakan menjadi Dennet sendiri dan apa yang membuatnya berkata seperti itu. Karena bagi saya rasa sepertinya tidak berasal dari pelepasan zat kimiawi dari organ-organ saya saja, dan ini pandangan saya dari saya yang belum pernah mempelajari lebih lanjut mengenai hormon-hormon, tetapi apakah yang telah berhasil mempelajari hormon-hormon dan organ-organ yang mempengaruhi sistem rasa manusia benar-benar menemukan arti dari rasa tersebut. Mungkin sebagai seorang pengamat kita akan menemukan, oh ya, saat kita sedang marah bagian otak yang aktif adalah sebelah sini dan saat sedang sedih adalah sebelah sini, itu jika sebagai seorang pengamat, tetapi sebagai individu yang merasakan mungkinkah kita tahu apakah marah kita berasal dari otak?. Saat kita mengatakan bahwa meja itu hijau dan di iyakan oleh orang lain, apakah yang dirasakan oleh tiap orang itu sama?.









Mungkin makanya perlu menghilangkan semuanya dan sadar secara murni hehe.

Sumber Referensi :
https://www.theguardian.com/science/2015/jan/21/-sp-why-cant-worlds-greatest-minds-solve-mystery-consciousness
http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,1580394,00.html
Consciousness is not a mystery Daniel Dennett[a], Léo Peruzzo Júnior
Author Sekelumit Pandang conciousness



Tuesday, October 25, 2016

Menjadi Selektif Dalam Meresap Informasi


Bolehlah saya mencoba menuliskan tulisan yang berasal dari pikiran saya sendiri, dan coba saya tuangkan disini, karena bosan mungkin dan diri ingin mencoba mengatakan opini ke publik mungkin ada yang mengkritik atau menambahi adalah suatu hal yang bagus dan dapat membuka sebuah diskusi disini sehingga pikiran saya dapat tertambah kualitas isinya.

Mudahnya masyarakat termakan isu-isu tidak jelas di dalam publik dunia maya. Seperti kasus rokok seharga 50.000 ribu kemarin, melalui keawaman saya lewat ekonomi saya jelas mengetahui ketidak mungkinan kebijakan pemerintah tersebut. Tetapi dikarenakan derasnya arus informasi yang ada dan kebebasan keseluruhan lapisan masyarakat yang dapat mengakses internet berita tersebut menjadi viral dan fenomenal. Dimulai dari mana dan berujung kemana-mana, bahkan menjadi tema perbincangan di kedai-kedai kopi tempat orang-orang berkumpul.

Disini menjadikan saya berpikir kembali bagaiman kekuatan sebuah isu, mungkin saja isu rokok tersebut dimulai oleh seorang individu yang sebenarnya tidak merencanakan sampai sejauh itu imbasnya, tetapi mungkin karena kebetulan penempatannya sehinga banyak orang melihatnya. Akan tetapi saya juga tidak melulu menyalahkan dunia maya saja karena sebenarnya dalam dunia nyata sejak dahulu memanglah sering termakan oleh isu-isu yang malahan dari orang yang pertama kali menyebutnya sudah berbeda. Jika kita berada dalam suatu masyarakat pasti terdapat perkataan-perkataan yang memang dari sumber pertamanya sudah berbeda. Obrolan-obrolan yang sebenarnya hanyalah merupakan wujud ketidak seriusan oleh pihak pertama mungkin oleh pihak lainnya dianggap berbeda dan kemudian melanjutkan cerita tersebut ke pihak-pihak yang lainnya sehingga terjadilah lagi sebuah isu yang menjadi viral di masyarakat sekitar.

Makanya oleh karena itu kita selalu ditanamkan sebuah pesan untuk selalu selektif dan menyaring dari semuanya, bukan bermaksud untuk berpikiran negatif terhadap segala atau apa tetapi karena berbahayanya kesadaran kita sendiri dalam menangkap suatu informasi. Pemikiran setiap manusia selalu berbeda-beda karena mereka diciptakan untuk menjadi individu yang berbeda satu sama lain, dan perjalanan hidupnya pun turut serta mempengaruhi pemikirannya, pengalaman hidupnya, traumanya, hobinya semuanya turut serta dan berdesak-desakan berebutan untuk menguasai sistem pemikiran kita. Tetapi memang tabiat manusia sebagai manusia yang menyukai informasi sehingga tidak mungkin untuk melarang diri mencegah info-info yang diri sendiri larang untuk tidak teresap. Dan karena itu sebagai individu kita mempunyai pilihan, pilihan untuk memilih informasi mana saja yang ingin terserap atau hanya sebagai lalu-lalang saja. Hipnotis, adalah nyata adanya dan oleh para psikolog sudah diakui keberadaanya. Orang-orang yang bisa menghipnotis adalah yang mengetahui jalan-jalan cara kerja otak, dengan membuat si korban hipnotis memasang konsentrasi penuh terhadap penghipnotis dan setelah itu sang korban bakal terbujuk rayuannya jika si penghipnotis telah mengtakan kata mujarabnya yang bertugas mengacau konsentrasi koban. Perkuat dirimu dan alam bawah sadarmu, maukah kau terombang-ambing oleh pikiran orang lain?.

Akan tetapi pilihan kita juga terpengaruh oleh pemikiran kita juga, bukankah sebuah paradoks yang terus menerus berulang-ulang. Mungkin saya terlalu serius menanggapi sebuah hal-hal seperti ini, tetapi karena kasus isu rokok tersebut saya menjadikannya sebuah contoh kecil dan mungkin belum terlalu bahaya. Tetapi isu-isu yang telah termakan dalam masyarakat dan menggondok kuat di dalamnya dan isu-isu tersebut bertujuan untuk menjatuhkan atau menyakiti orang lain lah yang berbahaya. Seperti dalam sejarah kita kenal tentang propaganda ras unggul nya yang di keluarkan oleh Nazi di zaman pemerintahan Hitler. Karena propaganda tersebutlah orang-orang di jerman tersugesti dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Pernah saya membaca di salah satu buku sejarah milik Pak Ojong mungkin yang membahas tentang betapa percaya dirinya para tentara jerman yang masuk ke dalam kota musuh sehingga mereka terlihat seperti sedang berparade.

Terlihat betapa isu yang telah besar dan patut untuk di sebut dengan propaganda tersebut sebegitu berbahayanya. Tetapi juga yang membuat propaganda tersebut adalah sang pemerintah jerman saat itu sendiri maka siapa yang patut melarang. Mungkin orang-orang dewasa yang telah matang pikiran dan toleransinya bakalan sadar apa yang dimaksud dalam propaganda tersebut dan menolaknya, tetapi karena pemerintahannya sendiri yang mengeluarkannya berarti hal tersebut adalah hukum baginya. Yang fatal adalah bagaimana bila propaganda tersebut dimasukkan kedalam pikiran para anak-anak yang sedang sekolah, ini bukan sebuah kemungkinan tetapi memang benar adanya apabila dalam pelajaran anak-anak sekolah telah termasuki doktrinasi-doktrinasi tersebut, dan mereka tumbuh dengan pemikiran bahwa dirinyalah unggul, bayangkan sebuah kepercayaan diri yang ditumpuk semenjak dari kecil, lalu bagaimana keadaan mentalnya saat dewasa nanti saat bertemu bangsa lain.

Doktrinasi, mungkin itulah yang seharusnya sekolah-sekolah kita ajarkan jika ingin membentuk pribadi-pribadi yang sejalan dengan pemikiran kita sekarang, atau mungkin sekolah kita memang sudah melaksanakan hal tersebut?.  Demi kesatuannya negara kita, demi semakin bertambahnya kepercayaan orang-orang akan impian dan tujuan seseorang yang membuat doktrin tersebut. Lalu bagaimana kita melangkah sekarang, dengan kondisi yang tidak bisa dipungkiri dan menghindar seperti ini, haruskah kita bersembumnyi di dalam sebuah ruangan terkunci?. Tidak tentu tidak, sebagai umat manusia yang terus berkembang kita diharuskan tetap mencari kebenaran dibalik segalanya, apa yang tersirat belum tentu tersurat. Selektif, dan buka pikiran lebar kita harus sudah mulai memilih mana benar dan mana salah. Kita sendirilah yang harusnya menentukan jangan mau diombang-ambingkan oleh kepentingan individu lain yang memang tidak berguna dan bermanfaat. Dengan derasnya arus informasi ini, info-info rancu mengelilingi kita yang apabila kita serap bakal membodohi diri, mulailah berbenah diri sendiri dahulu dan membuat pertahanan, pertahanan diambil dari pengetahuan dan pengetahuan didapatkan dari membaca. Bukan saja buku yang dibaca, bacalah keadaanmu sendiri, pengalamanmu, perjalananmu, buat dirimu menjadi dirimu sendiri.
Baca juga : Misteri Kesadaran Manusia

Wednesday, April 20, 2016

Banjir Besar di Seluruh Dunia

Dengan perahunya Nabi Nuh dapat menyelamatkan umatnya dan hewan-hewan yang berpasang-pasangan agar kehidupan di bumi dapat berlanjut kembali. Jika ditilik dari ceritanya sehingga Nabi Nuh memerlukan hewan-hewan diikutkan agar kehidupan dapat berlanjut kembali setelah banjir itu surut. Berarti banjir tersebut tergolong sangat besar apabila menilik dari cerita tersebut. Karena apabila banjir tersebut hanyalah banjir daerah biasa, mana mungkin si Nuh ini bakal mewajibkan untuk membawa semua hewan dalam bentuk berpasang-pasang. Atau bisa saja Nuh ini tidak bakal tahu sebesar apa banjir tersebut hanya sebatas tahu bahwa banjir tersebut besar dan untuk cakupan daerahnya seberapa tidak tahu jadi untuk jaga-jaga dia mengumpulkan hewan-hewan di daerahnya. Terdengar seperti cerita yang di buat-buat, sama seperti mitos yang untuk pembuktiannya sangat sulit sekali.



Tetapi anehnya cerita tentang banjir besar ini tidak cuma berada di satu daerah saja tetapi di seantero peradaban-peradaban kuno yang ada dan berbeda daerah bahkan berbeda benua. Jadi di setiap peadaban-peradaban kuno itu terdapat kepercayaan bahwa para manusia yang membangun peradaban mereka adalah yang selamat dari banjir besar tersebut.

Baca Juga :

Dari peradaban pertama di dunia Sumeria terdapat kepercayaan akan terjadinya banjir besar, kemudian Babylonia dengan Gilgameshnya, dataran Cina juga terdapat cerita banjir yang diturun-temurunkan melalui lagu, di Inca juga ada. Apaka kesemua peradaban ini berasal dari sekelompok manuisa yang selamat dari banjir besar tersebut dan menyebar keseluruh dunia lalu cerita tersebut kemudian di turun-temurunkan bersamaan dengan menyebarnya manusia. Padahal dalam keilmiahan bukti bahwa banjir besar memang telah terjadi belum di ketemukan.Apabila memang diketemukan terdapat bukti bahwa banjir besar memang pernah terjadi, banjir tersebut hanya dalam skala regional saja tidak lebih. Lalu bagaimana bisa cerita ini bisa menyebar ke seluruh pelosok bumi?.

Seperti postingan saya tentang figur venus yang menyebar di Eropa, dari situ bisa dikatakan bahwa kepercayaan itu bisa menyebar maka bisa jadi kepercayaan tentang banjir besar ini juga menyebar ke seluruh dunia secara perlahan karena dengan beberapa perubahan sesuai dengan geografi. Selubung sebuah mitos sangatlah besar padahal kenyataannya bisa jadi sangat-sangat sederhana.Dapat di analogikan seperti ini, setiap manusia pasti mempunyai ceritanya sendiri-sendiri dan kadang ceritanya itu di ceritakan oleh orang lain akhirnya cerita itu di ceritakan dengan cara berbeda dari sumber cerita sebelumnya, cerita itu di ceritakan menurut pemahaman si pencerita ke dua ini. Hal itu bisa di hubungkan dengan cerita tentang banjir besar ini, banjir tersebut memang terjadi di sebuah daerah dan memang banjir tersebut besar adanya akan tetapi dalam skala daerah saja sehingga mempunyai kemampuan untuk menghapus sebuah peradaban maju saat itu, di karenakan saat itu jumlah sebuah peradaban besar cuman beberapa saja jadi apabila sebuah peradaban hancur karena hancur dan para manusia-manusia peradaban itu lari dari tempat itu ke tempat lain pasti bakal menceritakan tentang banjir tersebut dan cerita tersebut di lanjutkan oleh orang lain dan seterusnya. Akhirnya cerita tersebut menjadi berubah-ubah tidak menjadi seperti sumber cerita pertama.

Berarti cerita banjir besar ini yang di tulis dalam salah satu kitab besar ini hanyalah mitos saja, saya hanya mengatakan bisa jadi karena memang belum ada bukti-bukti yang kuat dari peristiwa tersebut karena tidak mungkin seorang manusia tidak bertanya-tanya akan kebenaran dari kepercayannya. Tetapi di pembukaan Timaeus dan Critias nya Plato di sebutkan bahwa asal manusia-manusia Yunani berasal dari daerah yang peradabannya telah maju tetapi hilang karena telah terjadi bencana yang menenggelamkannya. Mungkinkah bencana itu adalah banjir tersebut, karena bahkan Plato pun menyebut-nyebutmya. Bisa jadi juga itu adalah sebuah cerita saja bisa jadi itu adalah fakta, tidak bakal terjadi kebenaran kecuali terdapat penemuan mesin waktu.

Monday, April 11, 2016

Pseudosains,Sains dan Aku

Gobekli Tepe, Gunung Padang, Struktur monumen di Jepang, Cryptologi, Creationist, akupuntur dll adalah ranah-ranah yang sering dibahas ole para penganut pseudosains. Lalu apakah itu pseudosains? . Dalam bahasa mudahya seperti ini, pseudosains adalah sebuah ide/gagasan yang dipaksakan untuk menjadi ilmiah padahal bukan ilmiah. Jadi pseudosains menggunakan metode-metode yang tampak ilmiah tetapi tidak ilmiah bagi para ilmiawan. Biasanya pengguna pseudo ini adalah orang di luar institusi dan sering kali nampak dalam blog-blog di internet termasuk blog ini menurut saya.
Dari hasil tulisan-tulisan para ilmiawan saya membaca salah satunya dari seorang dosen di UGM yaitu Aris Tanudirjo. Beliau menyebutkan bahwa semakin maraknya pseudosains seperti ini dapat membahayakan karena lewat hal-hal yang dengan mudah menyebar luas dan tampak ilmiah ini membuat para masyarakat mudah untuk terseret percaya. Lalu kenapa hal tersebut membahayakan? hal tersebut juga dikarenakan kurangnya publikasi jurnal-jurnal ilmiah dari para periset dan juga kadang tidak pahamnya masyarakat sendiri akan bahasa yang digunakan para pembuat jurnal, karena para ilmiawan untuk dapat membuat sebuah jurnal memerlukan waktu belajar tentang banyak hal yang mengubah cara penulisannya dan tata katanya tidak nampak seperti orang awam yang mencoba menulis jurnalnya sendiri. Tetapi bukan berarti setiap orang tidak boleh membuat jurnalnya sendiri, yang tidak boleh adalah menutup diri dan tidak  ingin belajar dari yang lain.Hal-hal itulah yang membuat masyarakat lebih mudah untuk mengakses ke situs-situs dan bacaan-bacaan yang dianggap pseudo dan tampak ilmiah tadi karena selain mudah didapatkan dan cepat viral juga bahasanya tercerna oleh orang awam. Yang membahayakan adalah karena dengan begitu masyarakat menjadi mudah terbuai dan mulai tidak mempercayai rasionalitas dari ke ilmiahan suatu peristiwa yang diteliti para ilmiawan. Dengan begini masyarakat akan mudah terbuai dan menurut kepada penjelasan-penjelasan dari para penulis pseudosains tersebut. Dan dari beberapa bacaan yang saya baca juga, bukan dari tulisan dosen UGM tadi karena saya agak lupa bahwa para pseudosains ini kadang lebih mementingkan kepentingan kelompok mereka sendiri seperti para Creationist sebagai contohnya dan tidak mementingkan mencari kebenaran akan suatu hal. Dengan begini kebenaran akan menjadi sesuatu yang nisbi karena tiap-tiap kelompok memegang teguh setiap pendapat mereka sendiri-sendiri.

Baca London Hammer, dimana Creationist menunjukkan aksinya

Dan juga terdapat alasan lain lagi selain kenapa masyarakat lebih suka  karena sains kadang-kadang membosankan dan ini saya akui juga, sains menjelaskan sesuatu dengan tahap-tahap penjelasan ilmiah yang dalam suatu cerita dongeng bisa dianggap sebagai cerita yang membosankan. Siapa yang tidak suka dengan cerita Gunung Padang hasil dari peradaban manusia sebelum masa sejarah di Indonesia, siapa juga yang tidak suka dengan Gobekli Tepe yang di klaim sebagai kuil tertua di dunia. Itu semua adalah sebuah cerita yang menganggumkan untuk di dengarkan dan di ceritakan daripada cerita bahwa manusia berkembang secara linier kemudian karena perubahan iklim manusia mulai untuk bercocok-tanam dst. Mainstream scientist adalah sebutan dari para pseudosainser menyebut para ilmiawan.

Baca mengenai Gobekli Tepe Kuil Tertua

Itulah tadi contoh dari pseudosains, menjadi sebuah usaha untuk memojokkan metode sains dan menyalahkannya tanpa tahu pembenaran atau letak kebenarannya. Seperti tulisan Aris Tanudirjo kalau para penganut pseudosains menjadi terkena Galileo sindrom dimana mereka mempunyai anggapan apa yang mereka sebut bakal menjadi benar suatu saat nanti. Itu juga yang ditakutkan oleh beliau, para pseudo ini menyalah-nyalahkan metode ilmiah tanpa tahu pembenarannya.


Lalu berada di pihak manakah tulisan-tulisan coba-coba saya di sini? Sampai taraf ini, saya masih pseudo mungkin malah dibawahnya karena metode yang saya pakai sangat-sangat mengambang seperti tulisan saya tentang kesegarisan Candi Borobur, Candi Pawon dan Candi Mendut. Itu merupakan hal yang sangat-sangat mungkin dibawah pseudo. Karena juga tidak tahunya metode yang dianggap benar oleh para ilmiawan dan juga sumber tulisan terbatas atau malahan saya tidak tahu tempatnya. Karena saya juga baru belajar jadi dimohon juga para pembaca untuk tidak menelan mentah-mentah hal-hal yang saya tulis karena tujuan saya membuat ini adalah saya perlu jawaban karena saya juga belajar. Ya memang saya masih mengambang-ambang dalam menjelaskan sesuatu disini tetapi itu karena kapasitas saya saat ini seperti itu dan dengan menulis disini berharap kemungkinan akan adanya pembenaran yang lebih benar.


Yang kadang menjadi semangat berfikir saya untuk mencari tahu adalah saya kutip dari  tulisan Aris Tanudibyo juga, disitu dia menceritakan tentang hasil karya Newton dimana Principe ditolah oleh dewan keilmiahan di Inggris kala itu dan di taruh di gudang keluarganya, baru pada tahun 1930 buku-bukunya di temukan di toko loak dan menjadi pemahaman yang mendunia sampai sekarang dan ini berarti dulu Newton juga di anggap pseudosains juga karena ditolah oleh kalangan ilmiawan atau seperti kata saya tadi mainstream sains. Tetapi saya juga mencoba untuk tidak menyalah-nyalahkan salah satu pihak karena itu tadi saya mencoba untuk meyakini segala kemungkinan. Ada sebuah joke yang saya dapat dari Quora. Tetapi ini adalah dialog fiksi dari seorang filsuf dan saintis.



  • Hawking: Philosophy is dead! (filosofi mati!)
  • Socrates: How so? (kok bisa?)
  • Hawking: Physics has answered the questions you philosophers argued over for millenia (fisika telah menjawab semua pertanyaan para filsuf dari dulu kala)                           .
  • Socrates: What does it mean to answer a question? (apa maksudnya dengan menjawab pertanyaan?)
  • Hawking: To use science to prove something. (dengan menggunakan sains untuk membuktikan sesuatu)
  • Socrates: Why do you use science? (mengapa kamu menggunakan sains?)
  • Hawking: Because it works and philosophy is dead! (karena itu berhasil dan filosofi mati!)
  • Socrates: Prove that science works. (buktikan bahwa sains berhasil)
  • Hawking: ... ....


Disini saya tidak ingin mengejek salah satu pihak sebenarnya, hanya sebuah joke saja. Bukannya bermasud menjelek-jelekkan sains seperti yang saya bilah sedari tadi saya mencoba mempercayai segala kemungkinan dan dengan memunculkan dialog itu hanya mencoba mengatakan kalau ada sesuatu yang belum bisa di jelaskan oleh sains dan oleh sub ilmu lainnya. Dan pesan saya untuk pembaca tetaplah bertanya-tanya terhadap apa yang kamu baca tetapi bukan mempertanyakan ketahuilah bagaimana awal mula bisa terjadi ini dan itu. Seperti jika membaca post kesegarisan Candi saya pikirkanlah kenapa saya menggunakan itu dan menurut penalaran anda apakah dengan cara itu bisa dibuktikan lalu anda mulai mencari-cari lagi sumber-sumber lain yang dapat membantahkan tulisan saya. Dengan begitu kita bakal terus mencari tahu tidak sekedar tahu. Carilah tahu tentang pertanyaan-pertanyaan yang mengusik di benak anda karena yang anda tanyakan mungkin dari sejak manusia ada telah di pertanyakan.


"Keep Searching.Because World is Full of Mysteries my Friend.

Baca :
Banjir Besar di Seluruh Dunia
Paranormal Membantu Tugas Kepolisian Jerman